Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI

DOA SEORANG TUKANG BECAK

  07/08/2011         
         Pak Budi, seorang tukang becak. Ia sudah lama menggeluti pekerjaannya. Dan mempunyai prestasi yg cukup mencengangkan. Sejak kecil ia tidak pernah mengenal bangku sekolah (Pendidikan). Tetapi kini ia telah menjadi seorang yang sukses dengan menikmati kehidupan hari tuanya dengan penuh damai dan sejahtera. Cerita ini saya dapatkan dari seorang teman, ketika kami ngobrol ditempat kami bekerja. Bu Ana teman saya ini, dengan penuh antusias menceritakan kisah tentang Pak Budi.

            Pak Budi mempunyai dua orang anak laki – laki, yg subhanallah kedua – duanya kini telah menjadi Perwira Angkatan Darat. Kedua anak tersebut lulusan SMA, dan dua – duanya masuk pendidikan militer, AKABRI. Sebagai seorang yg tidak punya biaya, untuk menyesekolah kan kedua org anaknya Pak Budi mencari biaya dengan cara lain. Cara apa yang bisa diterapkan oleh seorang tukang becak seperti dia ?? ia tidak punya pekerjaan sampingan, juga tidak berpendidikan.

            Ketika Bu Ana bertanya, ‘ Pak Budi, kok bisa ya, Bapak menyekolahkan kedua anak bapak sampai di AKABRI? Wah, berapa biaya yg habis bapak keluarkan. Dan bagemana cara bapak mendapatkan biaya itu ?

Pak Budi, saya inikan tukang becak, darimana saya mendapatkan biaya? Sejak anak saya sekolah di SMP, saya sudah kewalahan mencarikan biaya. Tetapi Alhamdulillah sejak saat itu saya masih bisa terus menyekolahkannya dengan cara saya sendiri. Yaitu saya terus berdoa tidak kenal putus sepanjang hari dan malam. Itu saya lakukan selama puluhan tahun. Sejak saya menyadari bahwa tidak mungkin saya mencari biaya sendiri untuk menyekolahkan kedua anak saya. Tentu harus ada yg menolong saya untuk menyekolahkan.

Tanya Bu Ana : Siapa yang Bapak maksud dapat menolong untuk mencarikan biaya itu? Pak Budi menjawab dengan raut wajah bahagia sambil tersenyum simpul: Siapa lagi kalo bukan Gusti Allah Yang Maha Kuasa. Bu Ana hanya bisa berdecak kagum. Pak Budi, kalo boleh saya tahu, Doa apa yg Bapak panjatkan selama puluhan tahun tersebut, sehingga Bapak bisa seperti ini? Jawab Pak Budi : saya juga gak bisa doa yang panjang – panjang Bu. Saya hanya berdoa kepada Gusti Allah Yang Maha Kuasa, agar kami sekeluarga mendapatkan Ridho-Nya..

Pak Budi menambahkan : saya menangis sepanjang malam untuk mendapatkan ridha-Nya, selain itu tidak!! Saya tidak pernah minta untuk mendapatkan biaya sekolah. Saya tidak pernah minta agar saya kaya, bahkan saya tidak berani minta agar saya bahagia.. saya takut minta yg macam – macam, saya hanya minta mengharapkan Ridho-Nya dunia – akherat saja.

Mendengar jawaban itu, Bu Ana jadi termangu. Dan terdiam dalam seribu bahasa. Sungguh luar biasa Doa itu. Seorang yang hidupnya sederhana secara ekonomi dan serba kesulitan dalam hidupnya. Tetapi doa yang dipanjatkan bukannya minta kemudahan dalam kehidupan. Yg diminta malah sangat simple. Tetapi justru nilainya jauh lebih tinggi dari kebutuhannya saat itu.  Yang dimintanya adalah Keridhaan Allah Yang Maha Kuasa, Subhanallah …!

Kalaulah Allah SWT, sebagai Dzat Yang Berkuasa atas segala sesuatu sudah Meridhainya, maka tidak ada kata mustahil. Semua yang mengatur DIA. Apa yg dibutuhkan oleh hamba-Nya, DIA lah yang memproses.. jika seorang yg dicintai-Nya sedang membutuhkan biaya, maka DIA Dzat Yang Maha Kaya itu. Jika seorang hambanya sedang kesulitan akan sesuatu, maka DIA lah yang akan memudahkannya. Dengan menjadi hamba-Nya, sungguh kita manusia akan mendapatkan sesuatu dari-Nya sebelum kita memintanya.

Hadist Qudsi : “ Apabila seorang hamba datang kepada-Ku, dan ia sibuk  mengingatku sampai lupa memohon keperluannya sendiri, maka Aku akan memberikan sesuatu yang terbaik baginya sebelum ia minta Kepada –Ku.. (HR. Bukhari, Baihaqi).

Sungguh kita semua menjadi malu kepada diri sendiri. Kita sering minta kepada-Nya yang macam – macam, lebi – lebih ketika kita sedang dirundung kesulitan. Doa Pak Budi sungguh indah dan sangat universal, ia hanya mengharapkan Ridha-Nya Semata. Dengan mendapatkan  ridho-Nya itulah, Insya Allah semua kebutuhan manusia akan terkandung didalamnya. Dan itu telah dibuktikan oleh seorang tukang becak yang luar biasa ini …

Sebagai tetangga, Bu Ana kagum luar biasa, dan bangga, serta sangat bersyukur punya tetangga seperti Pak Budi. Pak Budi kini menjadi orang yang bahagia dalam kehidupannya. Ia menempati rumah yang cukup layak, menjadi Bapak dari dua orang perwira… Subhanallah ….!!

MISTERI PERSOALAN MANUSIA

06/08/2011
InsyaAllah, setiap orang pernah pergi kepasar. Entah untuk keperluan belanja, mengantar keluarga, atau untuk keperluan lainnya. Jika kita suatu saat berada dipasar, lihatlah lalu lalang manusia dengan ekspresinya yang bermacam – macam, yg menunjukkan kepentingan dan emosi yg berbeda – beda pula. Bisakah kita lihat kehadiran Allah yang Maha Kuasa, ketika kita menyaksikan keanekaragaman manusia, dan keaneka ragaman barang – barang yang berada dipasar?!

Mungkin yg perlu kita pertanyakan kepada diri sendiri, adalah mengapa ribuan barang yang ada di dalam pasar tersebut selalu ada saja yg membeli dan memerlukannya?! Setiap orang yg pergi kepasar perlu untuk membeli atau menjual barang, berarti dia sedang mempunyai persoalan pada dirinya dan keluarganya. Apabila didalam pasar ada seribu jenis barang yg berbeda, dan apabila suatu saat barang – barang tersebut laku karna dibutuhkan orang, berarti setidaknya ada seribu persoalan yg berbeda dalam diri orang2 yg berbeda tersebut.
Yang sangat hebat dan menjadi misteri adalah, bahwa persoalan yg muncul dengan tingkat variasi yg berbeda pada setiap orang. Dapat dijawab dan diselesaikan oleh persoalan orang lain dengan variasi yg berbeda pula.

Putra pak Aman yg masih duduk dikelas 3 SD, suatu saat diberitahu oleh ibu gurunya agar makan sayuran yang cukup supaya badanya menjadi sehat. Bu Aman yg kebetulan sedang sakit meminta tolong suaminya Pak Aman untuk pergi kepasar agar membeli sayuran sesuai dengan permintaan anaknya tersebut. Maka berangkatlah pak aman ke pasar. Pada saat yg bersamaan Bagus, seorang anak petani di desa yg jaraknya cukup jauh dari pasar, tidak mempunyai uang untuk membayar sekolahnya. Kebetulan saat itu musim petik sayur tiba, maka orang tua Bagus pergi kepasar untuk menjual sayuran hasil kebunnya. Setelah berada dipasar, kebetulan lagi ia bertemu dengan pak Aman yg juga sedang membutuhkan sayuran untuk keperluan anaknya. Maka terjadilah transaksi jual beli sayuran antara pak aman dan bapaknya bagus.

Sungguh sederhana kejadian tersebut. Tapi jika diperhatikan dan direnungkan, sungguh luar biasa. Pada moment transaksi itu bertemulah berbagai kepentingan yg saling menolong dan saling memberikan solusi bagi persoalan masing – masing. Disini Nampak, bahwa persoalan – persoalan yg kelihatannya tidak memiliki keterkaitan, ternyata setelah diperhatikan dengan seksama menjadi satu rumpun persoalan yg kemudian mempunyai hubungan sangat erat, yaitu :

1. Peristiwa ibu guru yg menjelaskan ilmunya
2. Kurikulum sekolah dasar, tentang pentingnya ilmu gizi
3. Bu Aman yg sedang sakit minta kerelaan suaminya untuk pergi kepasar.
4. Pak Aman yg bersedia pergi kepasar untuk membeli sayur
5. Sopir angkutan umum yg berangkat bekerja pd pagi hari,
6. Peraturan sekolah yg mengharuskan bagus membayar uang sekolah
7. Musim petik sayur tiba
8. Putra pak Aman yg tumbuh menjadi sehat

Dari ilustrasi sederhana ini Nampak sekali betapa sebuah persoalan, bisa membias menjadi bermacam – macam persoalan antara yg satu dengan yg lainnya, sehingga saling terkait dgn erat, dan saling memberi solusi. Tetapi dengan menggunakan logika iman, Nampak jelas semua keterkaitan itu. Bisakah kita mencari jawabannya? Dimanakah letak keterkaitannya??

a. Antara kurikulum kelas 3 SD dengan keberangkatan sopir angkot pagi hari?
b. Siapa yg membangunkan sopir angkot untuk bangun pagi ?
c. Antara keikhlasan pak Aman pergi kepasar dengan keperluan Bagus untuk membayar sekolah ?
d. Antara peraturan sekolah dengan musim petik sayur tiba?
e. Antara keinginan badan sehat dengan rezeki sopir angkot?
f. Siapa yang mengatur persoalan semua itu?
g. Apakah semua itu hanya sekedar kebetulan saja ?
h. Jika hal itu kebetulan, kenapa berjuta peristiwa itu terjadi disetiap saat dan waktu? Dan terus berkelanjutan, sehingga dunia tetap lestari..?
i. Berapa ribukah jumlah pasar yg ada di Indonesia ?
j. Berapa jumlah persoalan orang – orang yg ada di Indonesia saja?
k. Mungkin semua manusia menganggap persoalan paling rumit dan palin berat, tetapi Allah SWT justru menyelesaikan persoalan setiap manusia dengan manusia yang lain..
l. Betapa dahsyatnya, betapa agungnya , dan betapa indahnya Dzat Yang Maha Tinggi itu dalam mengatur urusan-Nya..

Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha ilallahu Allahu Akbar..!

Satu kesimpulan yg membuat kita tertegun adalah ternyata setiap persoalan yang kita hadapi menjadi solusi bagi persoalan orang lain. Bahkan mungkin sekali sebagai jalan keluar bagi persoalan kita lainnya..
Berarti setiap kita mempunyai persoalan, mungkin itulah sebuah jawaban dari doa yg sering kita munajatkan sebagai solusi dari persoalan yg lain.. wallahu a’lam bishawab … begitulah kiranya salah satu cara Allah untuk melestarikan kehidupan dunia. Barang siapa yang mampu melihat (persoalan)dirinya, ia akan mampu melihat (Kasih Sayang)Tuhannya. Dan kepunyaan Allahlah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap disitulah Wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.
(QS. Al-Baqarah :115)

Tersenyumlah (^_^)

05/08/2011


Ketika saya dan teman saya mbak linda mengurus STNK kendaraan yang habis waktunya. Saya memarkir kendaraan didepan kantor samsat. Kebetulan waktu itu sedang ramai sekali. Sehingga kendaraan yang parkirpun berjubel sampai keluar batas areal parker. Ketika sudah selesai mengurus administrasi, kami menuju kendaraan yg kami parker. Sambil menunggu menbawar uang parker, saya dan teman saya memperhatikan sebuah dialog pendek antara tukang parker dengan seorang wanita muda berparas ayu yg barusan mengambil sepeda motornya. Rupanya sedang terjadi kesalahpahaman tentang besarnya uang parker. Saya melihat wanita muda berparas ayu itu cemberut sambil membayar ke tukang tukang parker. Sementara si tukang parker yang masih muda, mukanya bersungut – sungut sambil ngedumel tiada habisnya. Setelah wanita itu pergi, si tukang parker melampiaskan rasa kecewanya sambil berteriak cukup keras. ‘ .. wah, wah, wah, .. sekarang ini tidak ada lagi wanita cantik, semuanya cemberut, semuanya makan hati.., yaakh, maklumlah harga BBM naik..’

Saya baru teringat, memang kejadian itu adalah satu hari setelah diumumkannya kenaikan harga BBM. Begitu mendengar ungkapan dengan nada kesal dari lisan tukang parker tersebut, saya dan teman saya secara bersamaan tersenyum geli. Dan tukang parkirpun tiba-tiba melihat kearah kami dan spontan tersenyum juga sambil berkata “ .. aduh.. aduh.. aku salah, ternyata masih ada wanita yang cantik, meskipun harga BBM naik..”
Senyum memang kunci dari ekspresi seseorang. Senyum adalah wakil suasana hati seseorang. Apalagi kalau senyum itu wajar, tidak dibuat – buat. Sungguh akan mencerminkan kebahagiaan hati. Allah dalam merencanakan sebuah ekspresi senyuman, sungguh luar biasa. Senyuman seseorang dapat membias keseluruh wajah. Sehingga ketika seseorang sedang tersenyum, maka semua anggota wajahnya ikut senyum dan gembira. Sebaliknya wajah yg cemberut jg akan membias keseluruh raut wajah seseorang. Jika sedang cemberut, maka seluruh bagian wajahnya jg ikut cemberut. Mengapa bisa demikian? Karna sumber perubahan wajah seseorang adalah hati.

Begitu hatinya senang, bibir tersenyum. Coba perhatikan. Semua wajah menjadi tersenyum, riang dan gembira. Org yg melihatpun akan ikut menjadi senang dan gembira. Demikian pula sebaliknya. Jika hati cemberut, merasa tidak senang, maka akan mempengaruhi bentuk bibir. Jika bibir sudah menunjukkan ekspresi tidak bagus, maka seluruh anggota wajahpun ikut cemberut. Sungguh luar biasa, jaringan otot yang dibentangkan oleh Allah SWT diseluruh wajah seseorang begitu halus, dan begitu pekanya. Kalo sahabatku ingin membuktikannya, betapa sebuah senyuman bisa mempengaruhi seluruh wajah, dan bisa mempengaruhi siapa saja yg melihatnya, buatlah sebuah percobaan sederhana berikut ini :
1. Gambarlah sebuah bulatan sebagai perumpaan wajah seseorang,
2. Buatlah dua mata, satu hidung, dan dua telinga, pada wajah tersebut,
3. Pertama, buatlah garis mendatar, sebagai wakil dari gambar mulut, maka kesan yg akan kita tangkap dari wajah tersebut adalah sebuah wajah yg serius. Mata, hidung, dahi, pipi, bahkan telinganya seolah – olah juga ikut jd serius.
4. Kedua, buatlah sebuah garis melengkung keatas sebagai wakil dari mulut yg sedang tersenyum. Maka kesan yg akan kita tangkap dr wajah tersebut adalah sebuah wajah yg riang dan gembira.
5. Ketiga, buatlah garis melengkung kebawah sebagai wakil dari mulut yang sedang cemberut. Maka kesan yg akan kita tangkap dari wajah yg cemberut adalah sedih dan putus asa. Sehingga mata, hidung, dahi, pipi maupun telinga dari wajah tersebut juga seolah – olah ikut cemberut, dan sedih …

Manakah yang harus kita pilih ? sama – sama menggerakkan bibir, kearah mana sudut bibir kita harus digerakkan. Keatas yg akan menyebabkan semua orang menjadi senang. Atau kebawah yg akan membuat semua yg melihatnya ikut menjadi susah. Jika anda seorang wanita, kata tukang parker tadi anda akan menjadi semakin cantik jika anda tersenyum. Sebaliknya, tentu saja akan menjadi jelek kalau kita terus saja cemberut. Seperti wanita ditempat parker diatas. Sehingga membuat tukang parker kesal dibuatnya.
Aisyah Ra, pernah bercerita : aku sama sekali tidak pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak – bahak sampai terlihat urat lehernya. Jika Beliau tertawa, hanyalah senyum simpul. (HR. Bukhari)

Berapa Harga Diri Kita ..?!

04/08/2011

Adakah uang receh, sudah tersiapkan dimobil kita? Sebab ketika lampu jalanan berwarna merah, anak – anak kecil itu akan bertebaran untuk mengais rezekinya.
Suatu ketika kami sekeluarga pergi ke tempat keramaian, yaitu disebuah pusat pertokoan. Ketika kami berhenti disalah satu traffic light ditengah kota karena lampu sedang menunjukkan warna merah. Pada saat itu seperti biasanya beberapa anak jalanan bertebaran mencari rezeki masing – masing dari beberapa pengendara mobil yang lagi berhenti.

Sebagian besar dari mereka adalah para pengamen jalanan, dengan rata – rata usia sekitar 15 tahunan. Anak – anak kecil tersebut bernyanyi membawa sebatang kayu yang diberi logam bekas penutup botol kecap sehingga kalau digoyang akan mengeluarkan bunyi. Ada juga yang tidak membawa apa – apa, pokoknya nyanyi sambil mendekati setiap mobil yang berhenti dilampu merah. Pemandangan semacam itu menjadi biasa, karna setiap saat kita akan beremu dengan mereka dijalanan. Sehingga tak akan membekas dihati.

Tetapi mari kita mencoba menerobos hati kita yang membaja tersebut. Cobalah melihat diri kita yang begitu banyak nikmat yang telah kita terima. Mulai dari nikmat sehat, rezeki, ilmu, kesempatan, dan nikmat keluarga yang bahagia. Bandingkan keadaan mereka dengan keadaan kita. Sungguh hati ini akan bergetar, lantas kita menjadi bersyukur, kasihan, agak malu kalau sampe tidak memberi, akan merasa bersalah dan berdosa jika kalau kita lewat tanpa berbuat apa – apa kepada mereka…

Pada saat itu mobil kami berada diurutan ke – 5 dibelakang mobil – mobil yang bagus, bahkan didepan kami salah satunya adalah mobil mewah. Mereka para anak jalanan itu bertebaran menuju mobilnya masing – masing. Anak yang ada dideretan mobil kami masih kecil sekitar usia 7 tahunan. Ia menengadahkan tangannya yang kotor dan kurus itu kekaca mobil – mobil yang ada didepan kami.

Terjadi sebuah pemandangan yang cukup mengharukan, karna semua mobil yang ada didepan kami tidak memberi sepersenpun kepada anak – anak kecil tersebut. Semua kacanya tertutup rapat mungkin karena mereka sedang menikmati segarnya udara dingin didalam mobil. Sementara diluar mobil anak – anak kecil itu juga sedang menikmati panasnya terik matahari. Kami melihat semua mobil – mobil itu acuh tak acuh terhadap anak – anak kecil ini, yg sebenarnya jika mereka memberi seribu rupiah saja, pasti akan menimbulkan kelegaan di hati mereka.

Akhirnya anak2 itu sampai ke mobil kami. Maka saya suruh keponakan saya yang masih berusia 10 tahun untuk memberikan uang kepada mereka. Uang tersebut memang sudah kami sediakan dimobil untuk mereka dan orang2 peminta – minta lainnya. Sambil memberikan uang kepada anak2 jalanan tersebut, keponakan saya bergumam’ waduh mobil – mobil didepan kita itu bagus – bagus ya, pasti yang punya mobil adalah orang yang banyak uangnya, tetapi kok tega gak memberi uang ya?! Kasihan sekali anak – anak itu. Mungkin mereka sudah sejak pagi tadi berdiri ditengah jalan ini..!?
Mendengar kata – kata keponakan saya ini, saya jadi terharu. Padahal biasanya kami memberi dengan perasaan biasa saja tanpa teringat apa – apa kerna semacam itu adalah hal yang rutin dilakukan oleh siapa saja. Tetapi setelah ada kata2 tersebut maka perasaan trenyuh, haru, kasihan, merasa bersalah, muncul lagi dihati saya. Saya jadi berfikir. Betapa banyaknya orang – orang yg kondisinya lebih dari cukup, rezekinya dilebihkan oleh Allah SWT tidak mau peduli dengan saudaranya yang lain. Saya jadi teringat perkataan Nabi Muhammad SAW : Sungguh belum dikatakan sebagai orang yang beriman, apabila ada orang yang tidur pulas kekenyangan, sementara ada tetangganya yang kelaparan.

Menarik sekali apa yang disampaikan Rasulullah, seseorang yang tidak tahu kalau ada tetangganya sedang kelaparan, ia sudah dikategorikan orang yang tidak beriman, ketika ia tertidur karna kekenyangan. Padahal kan orang yg tertidur itu tidak mengetahui kalo ada tetangganya yang sedang kelaparan ? tetapi mengapa ia masih dikatakan tidak beriman ?
insyaAllah, artinya bahwa kita sebagai manusia yang hidup bersosial dengan manusia lainnya, seharusnya selalu aktif memperhatikan kondisi saudara kita yang lain. Meskipun yg sedang lapar itu tidak berada dihadapan, kita tetap dikategorikan sebagai orang yang salah. Bahkan dikatakan tidak beriman, jika itu terjadi dilingkungan kita. Kalaulah dalam keadaan yg tidak tahu saja, sudah dicap sebagai orang yg tidak beriman, bagaimana dengan kondisi cerita diatas. Dimana anak – anak itu mendatangi kita dgn menengadahkan tangan nya untuk minta diberi secuil rezeki kita ??
masihkah kita bangga dgn sebutan kita sebagai orang islam? Satu hal yang sangat ironis, adalah jika mobil – mobil yg acuh tersebut, ternyata dikaca mobilnya tertulis sebuah sticker yang sangat keren ‘ ISLAM OUR LIFE ‘. Ya Allah .., semoga dengan merenungi kejadian ‘rutin’ yg sering kita jumpai dimasyarakat kita ini, paling tidak kita akan berbuat sesuatu. Kejadian dijalan itu tentu hanyalah sekedar contoh kecil saja. Semoga kita sebagai hamba Allah yg diberi rezeki yg cukup oleh-Nya, kita juga ikut andil dalam meringankan beban saudara2 kita yg cukup memprihatinkan itu. Walaupun nilainya sangat kecil, walau kelihatannya tidak berarti apa – apa. Mari kita berbuat sebisa mungkin.

Kata Ali Bin Thalib :’ … lebih baik memberi walaupun sedikit, daripada tidak sama sekali..’ Insya Allah kita semua yakin bahwa masih bisa atau sangat banyak orang2 yg mempunyai kepedulian tinggi dimasyarakat. Masih sangat banyak Wali Allah yg dengan kedermawanannya telah berbuat banyak dimasyarakat ini. Karna disinilah letak harga diri kita dimata Allah SWT. Allah Maha Melihat, kepada siapa saja yg berbuat kebajikan, meskipun tangan kirinya tidak melihat ketika tangan kanannya memberikan sesuatu. Allah pun Maha Melihat kepada siapa yang berbuat kerusakan, meskipun dilakukannya ditempat yg tersembunyi tiada org sama sekali ..
Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang – orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan – kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( QS. Al – Baqarah : 271 )

Membangun Motivasi Diri

04/08/2011
Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika kita memiliki motivasi yang kuat dalam diri kita. Tanpa motivasi apa pun, sulit sekali kita menggapai apa yang kita cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan, mungkin kita tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal, sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya…? coba simak kiat berikut ini:


1. Ciptakan Sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah kita saat pagi menjelang. Misalnya, kita berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memang semangat kita untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah kita lakukan kemarin.


2. Kembangkan Terus Tujuan Kita
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat kita tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal, guna meraih sesuatu kita memerlukan tantangan yang lebih besar untuk mengerahkan kekuatan Anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup kita


3. Tetapkan Saat Kematian
kita perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Kita dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan kita. Sejak kita menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika kita membayangkan ‘ajal’ kita sudah dekat, maka akan memotivasi kita untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup kita


4. Tinggalkan Teman yang Tidak Perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong kita mencapai tujuan. Sebab, siapa pun teman kita, seharusnya mampu membawa kita pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah, bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat kita berpikir optimis pula. Bersama mereka, hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.


5. Hampiri Bayangan Ketakutan
Saat kita dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya, selama ini kita takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut kita dengan mencoba mengatasinya. Saat kita berhasil mengatasi rasa takut, saat itu kita telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa kita mampu mencapai hidup yang lebih baik.


6. Ucapkan “Selamat Datang” pada Setiap Masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat, kita akan menghadapi jalan terjal, menanjak, dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika kita memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, kita akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya, bila kita selalu siap menghadapi setiap masalah, maka kita seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan kita


7. Mulailah dengan Rasa Senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup kita. Coba nikmati hidup dan jalan yang kita tempuh. Jika sejak awal kita sudah merasa ‘tidak suka’, maka rasanya, motivasi hidup tidak akan pernah Anda miliki.


8. Berlatih dengan Keras
Tidak bisa tidak, kita harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya, tidak ada yang tidak dapat Anda raih jika kita terus berusaha keras. Semakin giat berlatih, semakin mudah pula mengatasi setiap
kesulitan.


Kesimpulan: motivasi adalah ’sesuatu’ yang dapat menumbuhkan semangat kita dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, kita akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga kitapun tidak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup kita.!
Mudah mudahan artikel ini dapat memberikan gambaran Motivasi bagi diri saya Pribadi dan Sahabat


Sumber : Berfikir & Berjiwa Besar

5 Kunci Pengokoh Jiwa Penenang Bathin

03/08/2011
1. AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI, APAPUN YANG TERJADI

Hidup di dunia ini hanya satu kali, aku tak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna
Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar, perkara apapun yang terjadi kuserahkan
kepada Allah Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku. Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa
yang terbaik menurutku belum tentu yang terbaik menurut Allah SWT.
Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri. Pengetahuan tentang
diriku atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya,
Dia tahu awal, akhir dan segala-galanya.
Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetap hatiku harus kupersiapkan untuk
menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku.
Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku.


2. AKU HARUS RELA DENGAN KENYATAAN YANG TERJADI

Bila sesuatu terjadi, yaa?.. inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kujalani.

Aku harus menikmatinya, dan aku tak boleh larut dalam kekecewaan berlama-lama,
kecewa, dongkol, sakit hati tak akan merobah apapun selain menyengsarakan diriku sendiri,
dongkol begini, tak dongkol juga tetap begini.

Hatiku harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh serta pikiranku harus tetap
bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.

Bila nasi telah menjadi bubur, maka aku harus mencari ayam, cakweh, kacang polong, kecap,
seledri, bawang goreng dan sambal agar bubur ayam spesial tetap dapat kunikmati.


3. AKU TAK BOLEH MEMPERSULIT DIRI

Aku harus yakin bahwa hidup ini bagai siang dan malam pasti silih berganti. Tak mungkin siang
terus-menerus dan tak mungkin juga malam terus-menerus, pasti setiap kesenangan ada
ujungnya begitupun masalah yang menimpaku pasti ada akhirnya, aku harus sangat sabar
menghadapinya.

Akupun harus yakin bahwa setiap musibah terjadi dengan ijin Allah Yang Maha Adil, pasti sudah
diukur dengan sangat cermat oleh-Nya tak mungkin melampaui batas kemampuanku, karena Dia
tak pernah mendzalimi hamba-hamba-Nya.

Aku tak boleh mendzalimi diriku sendiri, dengan pikiran buruk yang mempersulit dan
menyengsarakan diri, pikiranku harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional,
aku tak boleh terjebak mendramatisir masalah.

Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan, tak boleh lari dari kenyataan,
karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah.
Semua harus dengan tegar kuhadapi dengan baik, aku tak boleh menyerah, aku tak boleh kalah.

Mesti segala sesuatu akan ada akhirnya, begitupun persoalan yang kuhadapi seberat apapun
seperti yang dijanjikan Allah " Fainnama'al usri yusron innama'al 'usri yusron" dan
sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada
kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Allah SWT.


4. EVALUASI DIRI

Segala yang terjadi mutlak adalah ijin Allah SWT, dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia.

Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung
didalamnya, bila disikapi dengan sabar dan benar.

Harus kurenungkan mengapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku, bisa jadi peringatan
atas dosa-dosa kita, kelalaianku atau mungkin, saat kenaikan kedudukanku disisi Allah.

Mungkin aku harus berpikir keras untuk menemukan kesalahan yang kuperbaiki.

Setiap kejadian bagai cermin pribadiku, aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan
yang telah terjadi, yang penting kini aku mengetahui diriku yang sebenarnya dan aku bertekad
sekuat tenaga untuk memperbaikinya, Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.


5. ALLAHLAH SATU-SATUNYA PENOLONGKU

Aku harus yakin kalaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak mungkin
terjadi apapun tanpa ijin-Nya.

Hatiku harus bulat total dan yakin seyakin-yakinnya, bahwa hanya Allahlah satunya-satunya
yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan.

Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, karena segala-galanya adalah milik-Nya, dan sepenuhnya
dalam kekuasaan-Nya.

Tak ada yang dapat menghalangi jikalau Dia akan menolong hamba-hamba-Nya, Dialah yang
mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya.

Oleh karena itu aku harus benar-benar berjuang, berikhtiar untuk mendekati-Nya dengan
mengamalkan apapun yang disukai-Nya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya,
karena selain Dia hanyalah sekedar makhluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya.

Ingatlah selalu janji-Nya "Barang siapa yang bertaqwa kepada-Ku, niscaya Ku beri jalan keluar
dari setiap urusannya dan Kuberi rizki / pertolongan dari tempat yang tak terduga, dan
barang siapa yang bertawakal kepada-Ku, Niscaya akan Kucukupi segala kebutuhannya".
(At-Thalaq : 2-3)

Semoga 5 kunci diatas dapat menenangkan hati yang sedang galau, cemas, was-was, khawatir
yang berlebihan dan pengobat stress. Ingat hanya dengan dzikrullah / mengingat Allah hati
akan menjadi tenang.
Semoga Bisa Bermanfaat bagi saya Pribadi dan sahabat sekalian

Dikutip dari Ceramah AA Gym

Berwudlu Menjelang Tidur ..

02/08/2011

 Pernahkah anda berpikir, boleh jadi tidur kita malam ini adalah tidur yang terakhir. Esok hari semua orang disekitar kita terbangun, tapi kita tidak. Betapa tipisnya batas antara hidup dan mati, keduanya dipisahkan hanya oleh tidur.

Beberapa waktu yang lalu, saya punya tetangga, sebut saja namanya pak AS. Dia orang yang aktif, usianya 48 tahun anaknya 4. Fisiknya sehat dan mempunyai banyak kegiatan. Dikampung, maupun dipasar, dia sangat menonjol. Pagi hari hamper tidak pernah terlambat sholat subuh dimesjid.

Suatu ketika, seusai sholat dhuhur dimesjid, Pak AS tidak kembali kepasar untuk menjaga toko. Entah kenapa, hari itu dia ingin dirumah saja. Makan bersama keluarga, shalat dhuhur dan kemudian istirahat menunggu sholat ashar. Shalat ashar dilakukannya dimesjid. Pulang sholat ashar dia tidur. Tidak biasanya, sore itu ia tidur sangat lelap, sampai menjelang magrib. Tak ada tanda – tanda apapun sebelumnya. Menjelang magrib ia dibangunkan oleh keluarganya. Tetapi, innalillahi …! Ternyata ia sudah tidak bias bangun lagi. Karna telah kembali kepada Sang Pencipta, untuk selamanya.

Saya tercengang, betapa cepat datangnya kematian. Tidak ada tanda – tanda. Tidak didahului ‘ kata pengantar’. Tanpa izin, dan tanpa permisi. Maunya tidur, akhirnya kebablasan meninggal.. tapi saya juga iri sama Pak AS. Enak sekali cara meninggalnya. Banyak orang menjelang ajal menjemput mengalami penderitaan yang menyakitkan. Ia meninggal, sambil ‘ tidur -  tiduran ’ sesudah shalat ashar, dalam keadaan berwudhu sebelum tidur.

Saya jadi teringat ucapan ibu saya 2 tahun yang lalu. Beliau mengajarkan hadist Rasulullah SAW, agar selalu berwudhu sebelum tidur. “ jika engkau akan tidur, berwudhulah seperti wudhu untuk sembahyang, kemudian berbaringlah pada pinggang sebelah kanan…”( HR. Bukhari, Muslum ). Mungkin maksud ibu saya, jika kita sampai kebablasan meninggal, kita dalam keadaan berwudhu. Bertemu Allah dalam kondisi ‘ bersuci ‘ betapa indahnya.

Apalagi jika berangkat tidur kita berdoa seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Beliau mengajarkan agar  menjelang tidur kita berserah diri kepada Allah. ‘Bismika Allahumma ahya wabismika amuut..” Dengan menyebut namaMu ya Allah aku hidup, dan dengan namaMu aku mati ..” sungguh tidur yang tenang. Tidur yang aman dan tentram. Semua kita pasrahkan kepada Allah. Termasuk hidup dan mati kita. Karena kita tahu, bahwa kita hidup dan mati ini memang bukan milik kita, ini semua milik ALLAH. Kapanpun Dia mau mengambilnya kita serahkan dengan sepenuh hati, seikhlas – ikhlasnya.

Karena dalam tidur kita kehilangan kesadaran sepenuhnya, maka kitapun tidak tahu apakah kita masih bias sadar kembali atau akan tidur selama – lamanya. Siapa yang berani menjamin bahwa besok kita pasti akan terbangun kembali. Tidak ada, seorang dokter yang paling hebat pun, tidak berani menjamin bahwa orang yang tidur itu pasti akan bangun kembali diesok hari. Paling – paling dia hanya berani berkata: mungkin / mudah – mudahan, esok dia akan bangun seperti sedia kala. Hidup kita ini hanya bermain – main dengan kemungkinan dan probabilitas. tidak ada yang pasti, segala kepastian hanya milik Allah saja. Maka sandarkan saja kepada Allah yang Maha Berkuasa. Di genggaman tangan-Nya lah hidup dan mati kita berada..

Begitu terbangun dari tidur di esok hari, kita harus sangat bersyukur. Karena Allah ternyata masih mengizinkan kita untuk menikmati hidup. Kita masih diberi kesempatan umur. Padahal orang – orang disekitar kita, boleh jadi telah diputuskan. Maka, orang yang demikian akan berucap Alhamdulillah begitu terbangun dari tidurnya. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, Bahwa setiap bangun dari tidur kita dianjurkan untuk mengucapkan : Alhamdulillah ahyaana ba’da maa amaatana wa ilaihi nusyuur. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan aku dari matiku dan kepada-Nya kita akan kembali.

Rasa syukur tiada berhingga kita sampaikan kepada-Nya sesaat setelah terbangun dari tidur. Kita bisa tersandar kembali dari tidur lelap. Dari rasa lenyap semalaman. Betapa besarnya  kasih  dan saying-Nya kepada kita. Padahal kita kan sudah hilang dan tidak merasakan a pa – apa selama beberapa jam ketika tertidur. Tidak Cuma itu, kita juga diberi ingatan kembali oleh-Nya. Bayangkan jika bangun tidur kita kehilangan ingatan. Betapa akan menderitanya. Mungkin kita tidak ingat lagi suami / istri kita, anak – anak kita, orang tua kita, teman – teman kita, atau saudara – saudara kita yang lain. Kita tidak lagi ingat makanan kesukaan , ataukah mungkin kita tidak ingat lagi dengan lingkungan yang ada disekitar kita.

Sungguh betapa tersiksanya jika hal itu sampai terjadi. Kita kehilangan seluruh keindahan yang ditaburkan Allah dialam sekitar dan disepanjang kehidupan yang telah kita jalani. Alhamdulillah, Allah masih mengembalikan ingatan kita. Kitapun masih diizinkan untuk menikmati berbagai hal yang terkait dengan kesehatan. Kita masih diijinkan untuk bias melihat dan membuka mata. Bagaimana jadinya, jika bangun tidur kita tidak bias melihat indahnya dunia. Tidak bias mendengar merdunya suara. Tidak mampu menggerakkan anggota badan, sehingga tidak bias turun dari pembaringan, tidak bias berjalan, dan seterusnya.

Tidak akan habisnya bila kita sebutkan kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada kita. Semuanya karena Dia sangat menyayangi kita. Maka itulah yang diajarkan Rasulullah kepada kita agar selalu mengingat setiap kenikmatan yang tiada terkira itu. Itulah tanda, bahwa kita senantiasa ingat kepada Allah SWT. Mau tidur ingat, bangun tidur juga tetap ingat. Bahkan didalam tidurpun kita telah berserah diri kepada-Nya. Inilah makna dzikir yang sesungguhnya, dalam keadaan apapun. Termasuk didalam tidur lelap semalaman …….