20/12/2011
kita mungkin sering bertanya, kenapa harus aku yang menjalani masalah berat ini? Kenapa aku tidak bisa seperti orang lain, yang selalu terlihat bahagia? Ketahuilah, wahai diri bahwa Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi dirimu dan orang lain. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al – Baqarah : 216)
kita memang mudah dirundung keluh kesah, dan itu harus disadari datangnya dari syetan. Sesungguhnya, bila hati ini penuh keyakinan bahwa Allah akan mengujinya sesuai kadar kemampuan kita, maka hati akan menjadi tenang. “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah : 286)
Dalam kehidupan ini kita akan bertemu dengan beraneka ragam budaya dan adat istiadat. Baik sifat dan tingkah laku, serta pemikiran yang berbeda – beda antara yang satu dengan yang lainnya. Lantas apakah kita boleh berbuat sesuai kehendak dan kemauan kita masing – masing ? jawabannya adalah ya, karena setiap diri mempunyai haknya masing – masing dalam menentukan kapasitas dirinya didepan khalayak ramai.
Sikap yang baik yang bisa kita bawa kedepan adalah sudah pasti sikap yang baik dan mencerminkan akhlak seorang muslim yang baik. Yaitu kita dituntut untuk selalu menapakai jalan yang lurus. Yang dapat membimbing diri ini pada kebaikan. Syukur – syukur kalau apa yang kita lakukan bakalan menjadi teladan bagi yang lain. Bukan kah ini merupakan sebuah anugerah terindah dari-Nya jika kita bisa menjadi contoh bagi sahabat – sahabat kita yang lain.
Janganlah kamu menjadi orang yang "ikut-ikutan" dengan mengatakan "Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim". Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, "Kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya". (HR. Tirmidzi)
Walaupun mungkin kita tidak bisa seperti Nabi kita Muhammad SAW, tetapi setidaknya kita akan berusaha untuk mencontoh akhlaq Beliau yang indah tersebut. Mari kita selalu berusaha untuk melatih diri ini agar senantiasa berada pada jalur kebaikan. Walaupun itu mungkin rasanya sulit dan tidak semudah kita dalam berucap. Tetapi tidak ada yang sulit didunia ini, kecuali kita sendiri yang membuatnya menjadi sulit.
Percayalah jika kita beriman, maka kita akan memiliki derajat yang paling tinggi, bahkan dibandingkan manusia-manusia yang kamu pikir tidak sedang Allah uji, jika mereka tidak beriman. Untuk itu, kuatkan hatimu dalam menghadapi ujian ini. “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Imran : 139)
Caranya, agar kita kuat menghadapinya, bersabarlah. Dan bersabar itu tidak hanya cukup sekali, tapi terus menerus, tanpa akhir, hingga Allah akhirnya memenangkanmu atas ujian yang berat ini.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kita lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).” (QS. Al-Imran : 200)
Sudah banyak kita dengar bahwa sabar dan sholat adalah penolong kita dalam menghadapi berbagai ujian. Jadikanlah momen ujian kali ini pembukti apa yang telah Allah janjikan itu. Khusyuklah dalam sholat, dan rasakanlah nikmatnya ujian ini dengan kekhusyukan yang engkau dapatkan. Bahkan mungkin sulit engkau dapatkan jika engkau tidak diuji seperti ini. “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” (QS. Al-Baqarah : 45)
Insya Allah, Apapun yang kita lalui dengan sabar, bukanlah hal yang sia-sia. Syurga yang indah adalah hadiah tertinggi bagi orang-orang yang sabar dalam ujian. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka…” (QS. At- Taubah : 111)
Apapun yang kita lakukan pasti akan menjadi bahan gunjingan orang lain, tetapi bagiku selama kita melakukan hal yang benar tak perlulah merasa tersinggung dengan alunan nada suara yang kurang bersahabat. Tapi alangkah baiknya apabila hal itu jika kita mau memaknainya sebagai sebuah motivasi agar kita bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Kita tidak perlu menjadi orang yang sama dengannya, maklumi saja perbuatan sahabat – sahabat kita yang kurang bersahabat itu, anggap saja mungkin mereka melakukan itu karena merasa tidak mampu menjadi seperti kita, mungkin saja dia kurang kerjaan, atau maafkan saja dan anggap dia melakukan kesalahan tersebut karena kurang tahu dan mungkin tidak mengerti sama sekali tentang baik dan buruk. Karena Allah Maha Penyayang dan Maha Pengampun, masa kita tidak melakukan hal yang sama. Karena rahmat-Nya akan selalu menyertai kita yang selalu berada pada jalan yang lurus.
Untuk itu, Hanya pada Allah sajalah hendaknya kita berharap. “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” (QS. At-Taubah : 129)
Dan jangan pernah berputus asa dalam memohon rahmatNya. “… dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.” (QS. Yusuf : 12)
Kita tidak bisa menilai orang lain sesuka hati kita. Karena bisa saja dia yang nampaknya jahat bisa sajakan dia sebenarnya malah lebih baik dari kita, ataupun sebaliknya. Jadi hal yang sangat mudah dan indah bila dilakukan adalah tetap berada dalam naungan pemikiran yang positif thinking. Artinya tetaplah menganggap bahwa orang lain adalah lebih baik dari diri ini. Selain dapat membuat hati ini tenang, kitapun dapat melatih diri agar lebih baik lagi kedepannya.
Allah selalu ada dihati kita, Dia Maha Mengetahui apapun yang terjadi baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Oleh karena itu, jika kita mempunyai banyak hal yang kita keluhkan, sebaiknya kita lebih mendekatkan diri lagi kepada-Nya. Sampaikan semua keluh kesah kita kepada-Nya. Karena Allah akan selalu menyayangi hamba – hamba-Nya, selama ia meminta maka selama itupula harapan dan doa kita akan diijabah oleh-Nya.
Terkadang, tanpa kita sadari banyak sekali hal- hal yang dapat membuat hati ini sedih hingga mengalirkan keluh kesah yang teramat menyayat hati. Dikala kita senang kita lupa bersyukur, begitupun sebaliknya, dikala kita sedang dilanda kesusahan dan ujian dari-Nya kita tidak sanggup untuk bersabar. Padahal jika kita masih mempunyai iman, kita akan selalu menempatkan Allah dihati kita, dikala senang kita bersyukur hingga akan bertambahlah kenikmatan-Nya bagi kita. Dan dikala sedang dalam keadaan sedih, sudah sepatutnyalah kita harus bersabar dengan tetap menggenapkan ikhtiar disertai tawakal kepada-Nya. Karena mungkin dengan keadaan yang sedang diuji ini kita sedang menghadapi sebuah ujian dalam kehidupan ini agar melatih diri menjadi pribadi yang kuat, tegar, dan senantiasa bersabar dan bersyukur dalam hidup ini.
Betapa indahnya hidup ini, bila kita mampu berjalan dengan kesedehanaan dalam segala hal. Walau kita kurang mapan tetapi karena hati kita lapang maka akan bahagialah hidup ini. Tetaplah berjalan dengan penuh kelembutan dan kasih – sayang. Insya Allah dengan keikhlasan dan kebaikan yang benar – benar datang nya dari hati , akan sampai pula ke hati orang – orang yang berada disekitar kita. Karena saya yakin kebaikan akan memancarkan aura ketenangan pada diri seseorang.
Orang yang memiliki kebaikan hati, maka kehadirannya akan selalu dirindukan, jika ia ada sahabat – sahabatnya akan merasa senang dan bahagia berada didekatnya. Dan jika ia tidak ada, maka teman – temannya akan mendoakan agar beliau selalu sehat – sehat saja dimanapun ia berada. Inilah merupakan buah dari kebaikan hati. Begitupun sebaliknya, orang yang memiliki hati yang buruk, ia akan dijauhi, dibenci, dan tidak menutup kemungkinan ada sebagaian dari kita baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat didalam hatinya akan mendoakan sesuatu yang buruk baginya. Naudzubillah ….
Semoga apapun keadaannya kita saat ini, pastinya kita semua ingin berada ditempat yang selalu didoakan dan dirindukan oleh sahabat – sahabat kita yang lain. Dan semua itu tidaklah sulit untuk mewujudkannya jika kita benar – benar ingin menjadi orang yang baik. Sebab taka da gading yang tak retak, begitupun kita, taka da manusia yang sempurna didunia ini. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata.
Dalam hal ini Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging yang jika ia baik maka baik pula yang lainnya, sebaliknya yang apabila ia jelek maka jeleklah semuanya. Dan yang dimaksud daging itu ialah Qolbu.
Jadi, yang terpenting dari kita ternyata bukan kecerdasannya saja, tapi yang membimbing cerdasnya otak menjadi benar, yang membimbing kuatnya fisik menjadi benar. Disitulah fungsi qolbu. Oleh karenanya, menjadi cerdas belum tentu mulia, kecuali kecerdasannya dipakai untuk berbuat kebenaran. Menjadi kuat belum tentu mulia, kecuali kekuatannya di jalan yang benar.
Keep Hamasah !!
Mencegah Suatu Keburukan Memerlukan Keberanian, Namun Harus Diiringi Dengan Kesabaran. Tidak Ada Keberanian Yang Sempurna Jika Tidak Disertai Dengan Kesabaran.
Kejujuran Sang Saudagar Permata !
18/12/2011
Pada suatu hari seorang saudagar perhiasan di Zaman Tabi’in bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya untuk menjaga tokonya karena ia hendak pergi sholat. Tak lama setelah Yunus pergi shalat, datanglah seorang Badui yang hendak membeli perhiasan di toko itu. Maka terjadila transaksi jual beli antara si badui dengan penjual ditoko itu. Satu perhiasan permata seharga 400 dirham. Tetapi saudara Yunus bin Ubaid menunjukkan suatu perhiasan yang sebenarnya seharga 200 dirham. Barang tersebut dibeli oleh si Badui itu tanpa menawar dengan harga 400 dirham.
Setelah dibayarnya, maka si Badui itu pulang menuju kampungnya dengan barang tersebut berada ditangannya. Ditengah jalan, ia bertemu dengan Yunus bin Ubaid yang mengenal bahwa barang yang sedang dipegang olehnya itu adalah barang jualan dari tokonya.
Lalu saudagar Yunus bin Ubaid itu bertanya kepada si Badui :
“Berapakah harga barang ini ketika Anda beli? Tanya Yunus bin Ubaid. “400 Dirham, Jawab si Badui dengan bangga dan gembira.” Saudagar Yunus bin Ubaid itu berkata: Harga barang ini Cuma 200 dirham saja, dan tempat membelinya itu adalah toko saya. Sekarang kembalilah kesana supaya engkau bisa mengambil kembali uangmu yang masih tersisa 200 dirham.” Jawab si Badui dengan tenag : Biarlah, tidak usah aku menerima kelebihan yang 200 dirham itu. Karena aku telah merasa senang dan beruntung dengan harga yang 400 dirham itu. Sebab dikampungku, harga barang ini paling murah sekitar 500 dirham.”
Tetapi saudagar Yunus bin Ubaid tidak mau melepaskan si Badui. Terus saja didesaknya si Badui itu agar mau kembali ke tokonya. Dan sesampainya disana, dikembalikannyalah kelebihan uang si Badui yang 200 dirham itu.
Setelah si Badui itu berangkat pulang, dengan sedikit marah saudagar Yunus bin Ubaid berkata kepada saudaranya : Apakah engkau tidak merasa malu dan takut kepada Allah SWT terhadap perbuatanmu yang telah menjual barang tadi dengan harga dua kali lipat ? “ Jawab saudaranya : Dia sendiri yang mau membelinya dengan harga 400 dirham, dengan nada sedikit mempertahankan bahwa ia tetap berada dipihak yang benar.”
Kata saudagar Yunus bin Ubaid : Ya, tetapi dipundak kita terpikul sebuah amanah untuk memperlakukan saudara kita seperi memperlakukan diri sendiri.
Dikutip dari kisah bijak orang – orang sholeh.
PELAJARAN HIDUP
Kejujuran adalah perbuatan yang mulia dan indah, karena kejujuran akan mendatangkan kedamaian, berkah dan rahmat dari Allah SWT bagi pemiliknya. Kejujuran yang begitu indah ini akan selalu mengarah kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surga-Nya begitupun sebaliknya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
“Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)”. (HR. Bukhari)
Orang yang mempunyai iman yang kuat, akan senantiasa bersikap jujur meskipun keadaannya sangat sulit. Kejujuran seringkali dianggap sebagai perbuatan bodoh, dengan alasan karena bisa menimbulkan kemiskinan dan kemelaratan. Anggapan hal itu adalah anggapan yang kurang mengerti bahwa kejujuran itu bisa menimbulkan kedamaian dan ketentraman. Banyak orang yang mempunyai uang yang bertumpuk sebagai hasil kebohongan (seperti korupsi, dll) tidak merasa damai dan tentram dalam menjalani kehidupannya. Rasa bersalah dan rasa takut di penjara seringkali menghantui hati dan pikirannya, sehingga harta yang berlimpah tak lagi manis rasanya.
Ya ! Kejujuran adalah sesuatu yang langka dalam kehidupan sekarang ini. Karena oleh sebagaian orang, kejujuran dianggap sebagai kebodohan yang mungkin akan menghambat kemajuan dan kesuksesan.
Lihatlah, pejabat yang jujur tidak akan cepat kaya. Guru yang jujur tidak akan bisa hidup dalam kecukupan ekonomi. Karyawan dan buruh yang jujur akan selalu jadi sasaran eksploitasi pengusaha ( Pemilik Modal ). Para pebisnis dan pedagang yang jujur tidak akan dapat mengeruk keuntungan yang banyak. Bahkan ada olok – olok yang mengatakan ‘ Orang yang Jujur pasti Hancur ‘ Tapi apakah memang dmikian realitanya ?
Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik mata pencaharian ialah hasil keterampilan tangan seorang buruh apabila dia jujur (ikhlas)”. (HR. Ahmad)
Bagaimanapun kejujuran harus kita pertahankan dalam hidup ini. Karena kejujuran akan selalu mendatangkan ketenangan hati dan jiwa. Kejujuran adalah indah, karena ia akan selalu membawa berkah. Lebih dari itu, kejujuran akan mendapatkan balasan yang mulia dari Allah Yang Maha Pemurah.
Boleh jadi, kejujuran memang sulit untuk dipraktekkan oleh para pebisnis dan pedagang. Karena dunia usaha selalu diidentikkan dengan kebohongan pelakonnya. Alasanya jelas, kalau seorang pebisnis atau pedagang bersikap jujur maka ia mungkin akan sulit dalam meraup untung yang besar. Tapi bukan berarti kejujuran tidak bisa ditegakkan dalam dunia bisnis.
Karena, seorang pebisnis dan pedagang yang mampu bersikap jujur, niscaya ia akan mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari orang – orang yang ada disekitarnya maupun relasinya. Selain itu, kejujuran adalah perbuatan yang bisa mendatangkan cinta dari Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah, “Barangsiapa ingin dicintai Allah dan rasulNya hendaklah dia berbicara benar (jujur), menepati amanat dan tidak mengganggu tetangganya”. (HR. Al-Baihaqi). Dan Yunus bin Ubaid adalah salah satu dari sekian pedagang yang mampu bersikap jujur.
Dan pedagang semacam ini, telah dijamin oleh Rasulullah SAW akan masuk Syurga bersama-sama dengan Para Syuhada. Sebagaimana Rasulullah SAW telah bersabda dalam hadisnya, “Seorang pedagang yang jujur, yang dapat dipercaya dan muslim, akan masuk Syurga bersama – sama dengan Para Syuhada .. “ (HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi jelaslah, bahwa kejujuran bukanlah kelemahan ataupun kebodohan, melainkan kekuatan iman seseorang untuk tetap istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Orang yang besifat jujur akan membuat hatinya merasa damai dan bisa meraih surga yang nikmat didalamnya tidak terbatas. Sedangkan orang yang suka berbohong hidupnya penuh dengan kecemasan dan tidak tenang, serta bisa mendatangkan kemurkaan dari Allah jika tidak bertaubat.
Wallahu A’lam Bishshowab
<< Kejujuran Bukanlah Kebodohan >>
Pada suatu hari seorang saudagar perhiasan di Zaman Tabi’in bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya untuk menjaga tokonya karena ia hendak pergi sholat. Tak lama setelah Yunus pergi shalat, datanglah seorang Badui yang hendak membeli perhiasan di toko itu. Maka terjadila transaksi jual beli antara si badui dengan penjual ditoko itu. Satu perhiasan permata seharga 400 dirham. Tetapi saudara Yunus bin Ubaid menunjukkan suatu perhiasan yang sebenarnya seharga 200 dirham. Barang tersebut dibeli oleh si Badui itu tanpa menawar dengan harga 400 dirham.
Setelah dibayarnya, maka si Badui itu pulang menuju kampungnya dengan barang tersebut berada ditangannya. Ditengah jalan, ia bertemu dengan Yunus bin Ubaid yang mengenal bahwa barang yang sedang dipegang olehnya itu adalah barang jualan dari tokonya.
Lalu saudagar Yunus bin Ubaid itu bertanya kepada si Badui :
“Berapakah harga barang ini ketika Anda beli? Tanya Yunus bin Ubaid. “400 Dirham, Jawab si Badui dengan bangga dan gembira.” Saudagar Yunus bin Ubaid itu berkata: Harga barang ini Cuma 200 dirham saja, dan tempat membelinya itu adalah toko saya. Sekarang kembalilah kesana supaya engkau bisa mengambil kembali uangmu yang masih tersisa 200 dirham.” Jawab si Badui dengan tenag : Biarlah, tidak usah aku menerima kelebihan yang 200 dirham itu. Karena aku telah merasa senang dan beruntung dengan harga yang 400 dirham itu. Sebab dikampungku, harga barang ini paling murah sekitar 500 dirham.”
Tetapi saudagar Yunus bin Ubaid tidak mau melepaskan si Badui. Terus saja didesaknya si Badui itu agar mau kembali ke tokonya. Dan sesampainya disana, dikembalikannyalah kelebihan uang si Badui yang 200 dirham itu.
Setelah si Badui itu berangkat pulang, dengan sedikit marah saudagar Yunus bin Ubaid berkata kepada saudaranya : Apakah engkau tidak merasa malu dan takut kepada Allah SWT terhadap perbuatanmu yang telah menjual barang tadi dengan harga dua kali lipat ? “ Jawab saudaranya : Dia sendiri yang mau membelinya dengan harga 400 dirham, dengan nada sedikit mempertahankan bahwa ia tetap berada dipihak yang benar.”
Kata saudagar Yunus bin Ubaid : Ya, tetapi dipundak kita terpikul sebuah amanah untuk memperlakukan saudara kita seperi memperlakukan diri sendiri.
Dikutip dari kisah bijak orang – orang sholeh.
PELAJARAN HIDUP
Kejujuran adalah perbuatan yang mulia dan indah, karena kejujuran akan mendatangkan kedamaian, berkah dan rahmat dari Allah SWT bagi pemiliknya. Kejujuran yang begitu indah ini akan selalu mengarah kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surga-Nya begitupun sebaliknya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
“Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)”. (HR. Bukhari)
Orang yang mempunyai iman yang kuat, akan senantiasa bersikap jujur meskipun keadaannya sangat sulit. Kejujuran seringkali dianggap sebagai perbuatan bodoh, dengan alasan karena bisa menimbulkan kemiskinan dan kemelaratan. Anggapan hal itu adalah anggapan yang kurang mengerti bahwa kejujuran itu bisa menimbulkan kedamaian dan ketentraman. Banyak orang yang mempunyai uang yang bertumpuk sebagai hasil kebohongan (seperti korupsi, dll) tidak merasa damai dan tentram dalam menjalani kehidupannya. Rasa bersalah dan rasa takut di penjara seringkali menghantui hati dan pikirannya, sehingga harta yang berlimpah tak lagi manis rasanya.
Ya ! Kejujuran adalah sesuatu yang langka dalam kehidupan sekarang ini. Karena oleh sebagaian orang, kejujuran dianggap sebagai kebodohan yang mungkin akan menghambat kemajuan dan kesuksesan.
Lihatlah, pejabat yang jujur tidak akan cepat kaya. Guru yang jujur tidak akan bisa hidup dalam kecukupan ekonomi. Karyawan dan buruh yang jujur akan selalu jadi sasaran eksploitasi pengusaha ( Pemilik Modal ). Para pebisnis dan pedagang yang jujur tidak akan dapat mengeruk keuntungan yang banyak. Bahkan ada olok – olok yang mengatakan ‘ Orang yang Jujur pasti Hancur ‘ Tapi apakah memang dmikian realitanya ?
Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik mata pencaharian ialah hasil keterampilan tangan seorang buruh apabila dia jujur (ikhlas)”. (HR. Ahmad)
Bagaimanapun kejujuran harus kita pertahankan dalam hidup ini. Karena kejujuran akan selalu mendatangkan ketenangan hati dan jiwa. Kejujuran adalah indah, karena ia akan selalu membawa berkah. Lebih dari itu, kejujuran akan mendapatkan balasan yang mulia dari Allah Yang Maha Pemurah.
Boleh jadi, kejujuran memang sulit untuk dipraktekkan oleh para pebisnis dan pedagang. Karena dunia usaha selalu diidentikkan dengan kebohongan pelakonnya. Alasanya jelas, kalau seorang pebisnis atau pedagang bersikap jujur maka ia mungkin akan sulit dalam meraup untung yang besar. Tapi bukan berarti kejujuran tidak bisa ditegakkan dalam dunia bisnis.
Karena, seorang pebisnis dan pedagang yang mampu bersikap jujur, niscaya ia akan mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari orang – orang yang ada disekitarnya maupun relasinya. Selain itu, kejujuran adalah perbuatan yang bisa mendatangkan cinta dari Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah, “Barangsiapa ingin dicintai Allah dan rasulNya hendaklah dia berbicara benar (jujur), menepati amanat dan tidak mengganggu tetangganya”. (HR. Al-Baihaqi). Dan Yunus bin Ubaid adalah salah satu dari sekian pedagang yang mampu bersikap jujur.
Dan pedagang semacam ini, telah dijamin oleh Rasulullah SAW akan masuk Syurga bersama-sama dengan Para Syuhada. Sebagaimana Rasulullah SAW telah bersabda dalam hadisnya, “Seorang pedagang yang jujur, yang dapat dipercaya dan muslim, akan masuk Syurga bersama – sama dengan Para Syuhada .. “ (HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi jelaslah, bahwa kejujuran bukanlah kelemahan ataupun kebodohan, melainkan kekuatan iman seseorang untuk tetap istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Orang yang besifat jujur akan membuat hatinya merasa damai dan bisa meraih surga yang nikmat didalamnya tidak terbatas. Sedangkan orang yang suka berbohong hidupnya penuh dengan kecemasan dan tidak tenang, serta bisa mendatangkan kemurkaan dari Allah jika tidak bertaubat.
Wallahu A’lam Bishshowab
<< Kejujuran Bukanlah Kebodohan >>
Pepes Ikan
18/12/2011
Pepes ikan patin
Bahan:
1 ekor ikan patin, ukuran sekitar 500-600 gr
10 siung bawang merah
5 siung bawang putih
10 buah cabe merah
4-5 cm kunyit
2-3 cm jahe
1 sdm air perasan jeruk nipis
beberapa batang serai, memarkan
beberapa lembar daun salam
beberapa lembar daun jeruk
garam dan gula secukupnya
daun pisang untuk membungkus
cara bikinnya:
- bersihkan ikan, buang isi perutnya, potong jadi 4-5 bagian, sesuai selera.
- lumuri ikan dengan air perasan jeruk nipis, sisihkan
- ulek kasar bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit dan cabe merah
- lumuri potongan ikan dengan bumbu halus
- siapkan daun pisang pembungkus, letakan selembar daun salam, sepotong batang serai yang sudah digeprek
- taruh potongan ikan di atasnya. letakan selembar daun jeruk di atas potongan ikan
- bungkus ikan dan semua bumbu dengan daun pisang
- kukus hingga matang, sekitar 20 menit
- siap dimakan dengan nasi.
Selamat mencoba, semoga berhasil ya !
Pepes ikan patin
Bahan:
1 ekor ikan patin, ukuran sekitar 500-600 gr
10 siung bawang merah
5 siung bawang putih
10 buah cabe merah
4-5 cm kunyit
2-3 cm jahe
1 sdm air perasan jeruk nipis
beberapa batang serai, memarkan
beberapa lembar daun salam
beberapa lembar daun jeruk
garam dan gula secukupnya
daun pisang untuk membungkus
cara bikinnya:
- bersihkan ikan, buang isi perutnya, potong jadi 4-5 bagian, sesuai selera.
- lumuri ikan dengan air perasan jeruk nipis, sisihkan
- ulek kasar bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit dan cabe merah
- lumuri potongan ikan dengan bumbu halus
- siapkan daun pisang pembungkus, letakan selembar daun salam, sepotong batang serai yang sudah digeprek
- taruh potongan ikan di atasnya. letakan selembar daun jeruk di atas potongan ikan
- bungkus ikan dan semua bumbu dengan daun pisang
- kukus hingga matang, sekitar 20 menit
- siap dimakan dengan nasi.
Selamat mencoba, semoga berhasil ya !
Sayur Bening Capar Kedelai !
18/12/2011
Membuat sayur bening tidaklah sulit, cukup dengan dua langkah mudah anda sudah mendapat menu yang sehat.
bahan-bahan/bumbu-bumbu :
8 lonjor kacang panjang, dipotong 3 cm
100 gram capar (taoge kedelai)
200 gram daun ubi jalar, rebus
6 butir bawang merah, diiris
3 siung bawang putih, diiris
3 cm temu kunci, dimemarkan
1500 ml air
1 sendok makan garam
1 1/2 sendok teh gula merah
Cara Pengolahan :
Rebus bawang merah, bawang putih, temu kunci, dan air sampai mendidih.
Masukkan kacang panjang, capar, daun ubi, garam, dan gula. Masak sampai matang.
Untuk 5 porsi
Membuat sayur bening tidaklah sulit, cukup dengan dua langkah mudah anda sudah mendapat menu yang sehat.
bahan-bahan/bumbu-bumbu :
8 lonjor kacang panjang, dipotong 3 cm
100 gram capar (taoge kedelai)
200 gram daun ubi jalar, rebus
6 butir bawang merah, diiris
3 siung bawang putih, diiris
3 cm temu kunci, dimemarkan
1500 ml air
1 sendok makan garam
1 1/2 sendok teh gula merah
Cara Pengolahan :
Rebus bawang merah, bawang putih, temu kunci, dan air sampai mendidih.
Masukkan kacang panjang, capar, daun ubi, garam, dan gula. Masak sampai matang.
Untuk 5 porsi
Resep Masakan Sup Konro Makasar
18/12/2011
Bahan Sup Konro :
Iga sapi, 500 gram
Air kaldu sapi, 1300 ml
Jahe, 1 cm, parut
Lengkuas, 2 cm, parut
Kayu manis, 1.5 cm
Cengkih, 2 butir
Kapulaga, 3 butir
Minyak goreng, 2 sendok makan
Air asam jawa, 1 sendok makan
Bumbu Halus :
Kluwak, 1 buah, ambil dagingnya, rendam dalam air panas
Kelapa sangrai, 2 sendok makan
Bawang putih, 2 siung
Bawang merah, 6 butir
Kunyit, 1 cm
Kemiri, 3 butir, sangrai
Ketumbar, 1 sendok teh
Jinten, 1/2 sendok teh
Merica bubuk, 1/4 sendok teh
Garam, secukupnya
Taburan Sup Konro Makasar :
Bawang merah goreng, secukupnya
Daun bawang, 2 batang, iris tipis
Cara memasak Sup Konro Makasar :
Rebus air kaldu hingga mendidih.
Masukkan iga sapi, rebus hingga matang dan lunak. Angkat.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus, lengkuas, jahe, kayu manis, kapulaga, dan cengkih hingga harum. Angkat.
Masukkan bumbu tumis dalam rebusan iga sapi, aduk rata.
Tuang air asam, didihkan. Angkat.
Tuang sup konro dalam mangkuk saji, taburi bawang goreng dan daun bawang.
Sajikan hangat.
Untuk 4 porsi Sup Konro Makasar
Bahan Sup Konro :
Iga sapi, 500 gram
Air kaldu sapi, 1300 ml
Jahe, 1 cm, parut
Lengkuas, 2 cm, parut
Kayu manis, 1.5 cm
Cengkih, 2 butir
Kapulaga, 3 butir
Minyak goreng, 2 sendok makan
Air asam jawa, 1 sendok makan
Bumbu Halus :
Kluwak, 1 buah, ambil dagingnya, rendam dalam air panas
Kelapa sangrai, 2 sendok makan
Bawang putih, 2 siung
Bawang merah, 6 butir
Kunyit, 1 cm
Kemiri, 3 butir, sangrai
Ketumbar, 1 sendok teh
Jinten, 1/2 sendok teh
Merica bubuk, 1/4 sendok teh
Garam, secukupnya
Taburan Sup Konro Makasar :
Bawang merah goreng, secukupnya
Daun bawang, 2 batang, iris tipis
Cara memasak Sup Konro Makasar :
Rebus air kaldu hingga mendidih.
Masukkan iga sapi, rebus hingga matang dan lunak. Angkat.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus, lengkuas, jahe, kayu manis, kapulaga, dan cengkih hingga harum. Angkat.
Masukkan bumbu tumis dalam rebusan iga sapi, aduk rata.
Tuang air asam, didihkan. Angkat.
Tuang sup konro dalam mangkuk saji, taburi bawang goreng dan daun bawang.
Sajikan hangat.
Untuk 4 porsi Sup Konro Makasar
Lentera Hati !
16/12/2011
Dalam sebuah hadist dinyatakan, Pada suatu ketika datanglah seseorang kepada Ibnu Mas'ud Radhiyallahu'anhu, Sahabat Rasulullah SAW. untuk meminta nasehat. Ujarnya, " Wahai Ibnu Mas'ud, berilah nasehat yg dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan. Dalam beberapa hari ini hatiku tidak tentram, jiwaku selalu gelisah dan pikiranpun serasa kusut masai. makan tidak enak, tidurpun tidak enak."
Mendengar itu, Ibnu Mas'ud pun kemudian menasehatinya. Ucapnya, "Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi 3 tempat, yaitu :
1. Ketempat orang - orang yang membaca Al-Quran, Kau bacalah Alquran atau dengarkan baik - baik orang yang membacanya,
2. Pergilah ke Majelis Pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah SWT,
3. Carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian berkhalwatlah untuk menyembah-Nya. Misalnya ditengah malam buta, ketika orang - orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun untuk mengerjakan shalat malam, memohon ketentraman jiwa, pikiran, dan kemurnian hati kepada-Nya.
Seandainya jiwamu belum juga terobati dengan cara ini, maka mintalah kepada Allah SWT, agar diberi hati yang lain. Karena mungkin hati yang kau pakai itu bukanlah hatimu." (HR. Baihaqi)
Hati yg bersih akan menjadi hati yg kaya, kaya akan ingat Allah sbg Sang Pencipta. kaya akan keikhlasan shg tdk diperbudak oleh pujian & penghargaan makhluk. kaya akan kasih sayang shg tdk sengsara diperbudak kedengkian & kebencian, mudah untuk memaafkan dan membalas dengan kebaikan. kaya akan rasa syukur shg tdk lelah dijajah oleh sesuatu yg belum ada & bahagia dgn apa yg ada, kaya akan keyakinan dgn jaminan Allah shg amat ringan & senang mendermakan rezeki yg ada, tak tersentuh oleh kekhawatiran miskin yg membuatnya kikir.
Bukanlah orang yang kaya dengan melimpahnya harta, yang kaya adalah yang hatinya kaya. Apalah artinya rumah yang lapang, jikalau hatinya sempit. Apalah artinya penampilan yang indah apabila hatinya buruk. Apalah artinya bangunan yang megah apabila hatinya hina. Apalah artinya harta yang melimpah apabila hatinya miskin dari kebaikan dan kemuliaan. Dunia berikut isinya memang hanya untuk memuaskan jasad belaka. Akan tetapi, ketentraman batin dan kebahagiaan hidup tidak Allah berikan, kecuali hanya kepada orang-orang yang bersih hatinya .
Dalam sebuah hadist dinyatakan, Pada suatu ketika datanglah seseorang kepada Ibnu Mas'ud Radhiyallahu'anhu, Sahabat Rasulullah SAW. untuk meminta nasehat. Ujarnya, " Wahai Ibnu Mas'ud, berilah nasehat yg dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan. Dalam beberapa hari ini hatiku tidak tentram, jiwaku selalu gelisah dan pikiranpun serasa kusut masai. makan tidak enak, tidurpun tidak enak."
Mendengar itu, Ibnu Mas'ud pun kemudian menasehatinya. Ucapnya, "Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi 3 tempat, yaitu :
1. Ketempat orang - orang yang membaca Al-Quran, Kau bacalah Alquran atau dengarkan baik - baik orang yang membacanya,
2. Pergilah ke Majelis Pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah SWT,
3. Carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian berkhalwatlah untuk menyembah-Nya. Misalnya ditengah malam buta, ketika orang - orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun untuk mengerjakan shalat malam, memohon ketentraman jiwa, pikiran, dan kemurnian hati kepada-Nya.
Seandainya jiwamu belum juga terobati dengan cara ini, maka mintalah kepada Allah SWT, agar diberi hati yang lain. Karena mungkin hati yang kau pakai itu bukanlah hatimu." (HR. Baihaqi)
Hati yg bersih akan menjadi hati yg kaya, kaya akan ingat Allah sbg Sang Pencipta. kaya akan keikhlasan shg tdk diperbudak oleh pujian & penghargaan makhluk. kaya akan kasih sayang shg tdk sengsara diperbudak kedengkian & kebencian, mudah untuk memaafkan dan membalas dengan kebaikan. kaya akan rasa syukur shg tdk lelah dijajah oleh sesuatu yg belum ada & bahagia dgn apa yg ada, kaya akan keyakinan dgn jaminan Allah shg amat ringan & senang mendermakan rezeki yg ada, tak tersentuh oleh kekhawatiran miskin yg membuatnya kikir.
Bukanlah orang yang kaya dengan melimpahnya harta, yang kaya adalah yang hatinya kaya. Apalah artinya rumah yang lapang, jikalau hatinya sempit. Apalah artinya penampilan yang indah apabila hatinya buruk. Apalah artinya bangunan yang megah apabila hatinya hina. Apalah artinya harta yang melimpah apabila hatinya miskin dari kebaikan dan kemuliaan. Dunia berikut isinya memang hanya untuk memuaskan jasad belaka. Akan tetapi, ketentraman batin dan kebahagiaan hidup tidak Allah berikan, kecuali hanya kepada orang-orang yang bersih hatinya .
Jokes Smart Ass, Tidak Lucu Tau!
15/12/20
Ada satu penyakit hati yang menyebalkan yang banyak menghinggap masyarakat kita sebagai orang Indonesia yaitu penyakit Smart Ass. Ironisnya penyakit hati ini tidak disadari sebagai hal yang buruk bagi kita, bahkan penyakit hati ini malah sering kita anggap sebagai lelucon. Sehingga “being a smart ass” bagi masyarakat kita sangat wajar. Padahal, bagi saya itu adalah kurang ajar..
Apa itu lelucon Smart Ass?
Lelucon smart Ass ialah istilah ngarang saya untuk lelucon yang isi sebenarnya adalah merendahkan orang lain.
Contohnya: Si A secara serius bertanya, “Aduh, ban gue kempes nih, benerin dimana ya?” Lalu temennya, si B menjawab, ” Ya di tukang tambal ban lah, mas di apotik?..huahahaha”.
Inilah yang saya namakan dengan lelucon Smart Ass. Si A yang ban motornya sedang kempes bertanya pada B dimana benerinnya. Si B membuat lelucon yang isinya merendahkan si A seolah-olah si A terlalu goblok untuk tidak mengetahui bahwa benerin ban itu ya di tukang tambal ban. Padahal kenyataannya, maksud yang ditanyakan oleh si A adalah dimana letak tukang tambal ban. Lelucon ini bagi saya dan pasti bagi si A tidak lucu, karena seolah-olah merendahkan kemampuan otak si A. Meskipun bercanda, tapi ini adalah bercanda yang tidak lucu kalau merendahkan seseorang.
Contoh lain: Dalam awal percakapan telpon. Si A, “Halo, lagi ngapain?” si B menjawab, “Ya lagi nelpon”. Ini juga termasuk lelucon smart ass yang tidak lucu karena merendahkan si A yang seolah-olah terlalu goblok untuk tidak mengetahui bahwa si B itu yang sedang nelpon. Padahal sebenarnnya kan bukan itu maksud si A. Jadi yang sebenarnya goblok siapa?
Contoh lain: Si A, “Hai, lagi makan ya? Pake apa?” Si B jawab, “Pake tangan, masa pake kaki?” Ini juga tipe lelucon smart ass yang tidak lucu. Semua orang juga tahu kalau makan pake tangan, bukan pake kaki. Pertanyaan sebenarnya kan maksudnya pake lauk apa. Jadi sebenarnya yang bodoh siapa?
Contoh lain: A: “Aduh gue haus nih, minum apa ya?” B: ” Ya minum aer, masa minum bensin?” Ini juga salah satu lelucon yang Smart Ass banget.
Inilah lelucon tipical lelucon Indonesia banget. Namun ironisnya lelucon seperti ini justru sangat lazim terdengar di masyarakat kita. Bahkan sering digunakan para komedian kita di televisi untuk berusaha lucu. Padahal, lelucon ini kalau ditiru penonton , yang kebetulan anak-anak misalnya, lelucon seperti ini bisa membentuk pola kebiasaan si anak untuk merendahkan orang lain.
Lelucon seperti ini kalau dijadikan kebiasaan akan membentuk suatu kebiasaan merendahkan orang lain. Buktinya, orang hanya berani membuat lelucon seperti ini tehadap orang yang dianggapnya lebih rendah. Coba kalau kepada atasannya atau kepada orang yang dihormatinya. Berani tidak?
Saya punya saudara yang suka melawak di keluarga. Dia dulu sering membuat lelucon-lelucon seperti ini. Namun setelah saya beri tahu bahwa lelucon seperti ini tidak baik dan tidak lucu, dia berhenti melakukannya. Setelah 6 tahun kemudian, tidak pernah satu leluconpun yang seperti ini terlontar dari mulutnya. Dan dia masih tetap menjadi pelawak kocak di keluarga kami. Berarti kita pun bisa kalau kita mau untuk tidak membuat lelucon buruk seperti ini menjadi kebiasaan kita.
Itulah yang namanya lelucon Smart Ass. Lelucon dengan cara membodohkan pertanyaan seseorang, padahal sebenarnya yang jawablah yang bodoh. Artinya, yang jawab itu seolah-olah lebih pintar tapi sebenarnya, maaf “Pintar - pintar bodoh !
Ketika anda menjadi “korban” lelucon seperti ini, apakah anda akan tersenyum, tersenyum pahit atau malah bete? Jawab yang zuzur yah.. Peace.
http://raksawardana.blogdetik.com/2008/11/20/jokes-smart-ass-tidak-lucu-tau/
Ada satu penyakit hati yang menyebalkan yang banyak menghinggap masyarakat kita sebagai orang Indonesia yaitu penyakit Smart Ass. Ironisnya penyakit hati ini tidak disadari sebagai hal yang buruk bagi kita, bahkan penyakit hati ini malah sering kita anggap sebagai lelucon. Sehingga “being a smart ass” bagi masyarakat kita sangat wajar. Padahal, bagi saya itu adalah kurang ajar..
Apa itu lelucon Smart Ass?
Lelucon smart Ass ialah istilah ngarang saya untuk lelucon yang isi sebenarnya adalah merendahkan orang lain.
Contohnya: Si A secara serius bertanya, “Aduh, ban gue kempes nih, benerin dimana ya?” Lalu temennya, si B menjawab, ” Ya di tukang tambal ban lah, mas di apotik?..huahahaha”.
Inilah yang saya namakan dengan lelucon Smart Ass. Si A yang ban motornya sedang kempes bertanya pada B dimana benerinnya. Si B membuat lelucon yang isinya merendahkan si A seolah-olah si A terlalu goblok untuk tidak mengetahui bahwa benerin ban itu ya di tukang tambal ban. Padahal kenyataannya, maksud yang ditanyakan oleh si A adalah dimana letak tukang tambal ban. Lelucon ini bagi saya dan pasti bagi si A tidak lucu, karena seolah-olah merendahkan kemampuan otak si A. Meskipun bercanda, tapi ini adalah bercanda yang tidak lucu kalau merendahkan seseorang.
Contoh lain: Dalam awal percakapan telpon. Si A, “Halo, lagi ngapain?” si B menjawab, “Ya lagi nelpon”. Ini juga termasuk lelucon smart ass yang tidak lucu karena merendahkan si A yang seolah-olah terlalu goblok untuk tidak mengetahui bahwa si B itu yang sedang nelpon. Padahal sebenarnnya kan bukan itu maksud si A. Jadi yang sebenarnya goblok siapa?
Contoh lain: Si A, “Hai, lagi makan ya? Pake apa?” Si B jawab, “Pake tangan, masa pake kaki?” Ini juga tipe lelucon smart ass yang tidak lucu. Semua orang juga tahu kalau makan pake tangan, bukan pake kaki. Pertanyaan sebenarnya kan maksudnya pake lauk apa. Jadi sebenarnya yang bodoh siapa?
Contoh lain: A: “Aduh gue haus nih, minum apa ya?” B: ” Ya minum aer, masa minum bensin?” Ini juga salah satu lelucon yang Smart Ass banget.
Inilah lelucon tipical lelucon Indonesia banget. Namun ironisnya lelucon seperti ini justru sangat lazim terdengar di masyarakat kita. Bahkan sering digunakan para komedian kita di televisi untuk berusaha lucu. Padahal, lelucon ini kalau ditiru penonton , yang kebetulan anak-anak misalnya, lelucon seperti ini bisa membentuk pola kebiasaan si anak untuk merendahkan orang lain.
Lelucon seperti ini kalau dijadikan kebiasaan akan membentuk suatu kebiasaan merendahkan orang lain. Buktinya, orang hanya berani membuat lelucon seperti ini tehadap orang yang dianggapnya lebih rendah. Coba kalau kepada atasannya atau kepada orang yang dihormatinya. Berani tidak?
Saya punya saudara yang suka melawak di keluarga. Dia dulu sering membuat lelucon-lelucon seperti ini. Namun setelah saya beri tahu bahwa lelucon seperti ini tidak baik dan tidak lucu, dia berhenti melakukannya. Setelah 6 tahun kemudian, tidak pernah satu leluconpun yang seperti ini terlontar dari mulutnya. Dan dia masih tetap menjadi pelawak kocak di keluarga kami. Berarti kita pun bisa kalau kita mau untuk tidak membuat lelucon buruk seperti ini menjadi kebiasaan kita.
Itulah yang namanya lelucon Smart Ass. Lelucon dengan cara membodohkan pertanyaan seseorang, padahal sebenarnya yang jawablah yang bodoh. Artinya, yang jawab itu seolah-olah lebih pintar tapi sebenarnya, maaf “Pintar - pintar bodoh !
Ketika anda menjadi “korban” lelucon seperti ini, apakah anda akan tersenyum, tersenyum pahit atau malah bete? Jawab yang zuzur yah.. Peace.
http://raksawardana.blogdetik.com/2008/11/20/jokes-smart-ass-tidak-lucu-tau/
Langganan:
Postingan (Atom)





