Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Mawas Diri

Mawas Diri

19/01/2012
Barangsiapa yang takut akan siksa Allah niscaya dia telah aman dari siksa-Nya. Barangsiapa yang mau mengambil pelajaran niscaya akan terbuka pandangannya, barangsiapa yang telah terbuka pandangannya niscaya dia akan memahami, dan barangsiapa yang telah memahami niscaya dia akan mengetahui dari pengetahuan Allah SWT.

Sebaik-Baik kehidupan adalah yang tidak menguasaimu dan tidak mengalihkan perhatianmu dari mengingat Allah SWT. Lihatlah wajahmu dicermin, jika wajahmu baik, maka anggaplah ia akan menjadi buruk dengan perbuatan-perbuatan buruk. Jika wajahmu buruk, maka anggaplah ia memang buruk dengan menggabungkan dua keburukan yaitu buruk rupa dan amal.

Celaan seseorang terhadap dirinya sendiri secara terang-terangan merupakan pujian terhadapnya secara diam-diam. Berhati-hatilah karena setan setiap orang adalah dirinya sendiri.

Kebutuhan-kebutuhan manusia saling berhubungan satu sama lain, seperti hubungan antara anggota-anggota tubuh. Jangan meminta sesuatu yang Dia tidak akan menerimanya, karena pasti Dia tidak akan memberikannya. Jangan menangguhkan pemberian kepada orang yang membutuhkan sampai pada keesokan harinya, sebab antisipasilah akan datangnya ajal.

Carilah kebutuhan dengan menjaga harga diri, karena sesungguhnya tangan Allah-lah yang akan memenuhinya. Barangsiapa mengeluhkan kebutuhannya kepada seorang mukmin, maka seakan-akan dia mengeluhkannya kepada Allah dan barangsiapa yang mengeluhkannya kepada orang kafir, maka seakan-akan ia mengeluhkan Allah kepadanya. Terlewatkannya kebutuhan, lebih ringan daripada harus meminta kepada orang yang kikir. (Ali bin Abi Thalib r.a)

Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, (*)dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, (*)dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun), (*)dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, (*)mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya [23:Al Mu’minuun:57~61]

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka didunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (*)Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali Neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan [11:Huud:15~16]

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri [17:Al Israa’:7]

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk [11:Huud:114]

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada didalam Hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu [02:Al Baqarah:284]

Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan, maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah?, dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun [30:Ar Ruum:29]

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain [04:An Nisaa’:32]

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui [02:Al Baqarah:216]

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, lalu ia berkata: `Ya Tuhanku, mengapa engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?` [63:Al Munafiquun:10]

Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak [74:Al Muddatstsir:6]

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran [02:Al Baqarah:186]

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya [03:Al Imran:28]

Orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak [02:Al Baqarah:273]

Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa mengingat Allah hingga ke-dua matanya menangis karena takut kepada Allah, hingga sebagian dari air matanya itu menetes ke tanah, niscaya Allah tidak akan meng-azabnya dihari kiamat [HR. Al Hakim]

Rasulullah Saw bersabda: Ada tiga macam orang yang berbincang-bincang dibawah naungan Arasy dengan penuh rasa aman, sedangkan pada saat itu manusia berada dalam penghisaban, yaitu: Seseorang yang tidak takut akan celaan orang yang mencela demi melaksanakan perbuatan Allah, Seseorang yang tidak pernah memanjangkan tangannya kepada barang yang diharamkan oleh Allah SWT, Seseorang yang tidak pernah memandang hal-hal yang diharamkan oleh Allah baginya [HR. Al Ashbahani]

Rasulullah Saw bersabda: Ada empat perkara yang pemiliknya tidak akan ditimpa oleh keburukan: Diam (awal ibadah), Tawadhu' (berendah diri), Berdzikir (kepada Allah), Sedikit sesuatunya [HR. Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Sebaik-baik anugrah yang diberikan kepada manusia adalah akhlak yang baik, dan seburuk-buruk yang diberikan kepada manusia adalah hati yang buruk pada rupa yang baik [HR. Isamah Ibnu Syuraik ra]

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah SWT masih mau memandang kepada orang kafir, tetapi Dia tidak mau memandang kepada orang yang bangga pada dirinya [HR. Thabrani]

Rasulullah Saw bersabda: Allah SWT berfirman: Kesombongan adalah selendang-Ku dan Keagungan adalah sarung-Ku, maka siapa saja melepaskan Aku dari salah satunya, maka Aku lempar dia ke Neraka [HR. Ahmad]

Rasulullah Saw bersabda: Ada empat perkara, barangsiapa didalam dirinya, terdapat ke-empat perkara tersebut, niscaya Allah mengharamkan Neraka baginya dan niscaya Dia memeliharanya dari setan, yaitu seseorang yang dapat menguasai dirinya: Ketika berkeinginan, Ketika merasa takut, Ketika berselera, Ketika marah [HR. Al Hakim]

Rasulullah Saw bersabda: Engkau bersedekah ketika engkau masih sehat dan harta tersebut masih disayangi, engkau bimbang menjadi fakir dan bercita-cita untuk menjadi kaya. Jangan kalian tangguhkan hingga roh sampai di pangkal tenggorokan [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Apapun kebaikan yang ada padaku maka aku tidak akan menyembunyikannya dari kalian semua. Siapa yang menjaga kehormatannya maka Allah akan menjaga kehormatan dirinya. Siapa yang berpuas hati dengan apa yang ada maka Allah mencukupkannya. Siapa yang bersabar maka Allah akan menganugrahkan kesabaran. Seseorang itu tidak dikaruniakan sesuatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas selain oleh sabar [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Hamba yang paling dicintai oleh-Nya adalah hamba yang paling banyak nasehatnya terhadap hamba-hamba Allah lainnya [HR. Al Khatib]

Rasulullah Saw bersabda: Allah berfirman: `Barangsiapa yang tidak rela terhadap keputusan-Ku (Qadha dan Qadar) dan tidak sabar terhadap cobaan-Ku, supaya mencari Tuhan selain Aku` [HR. Thabrani]

Rasulullah Saw bersabda: Para Sahabat bertanya: Kalau begitu siapakah orang miskin yang sebenarnya wahai Rasulullah?. Rasulullah Saw bersabda: Orang yang tidak mendapat kesenangan yang cukup untuk dirinya tetapi karena mereka sabar, dia menyembunyikan keadaannya dan tidak meminta-minta kepada orang lain, dia akan diberikan sedekah tanpa dia meminta [HR. Bukhari, Muslim]

Kebahagiaan seseorang akan semakin bertambah, berkembang, dan mengakar adalah manakala ia mampu mengabaikan semua hal sepele yang tak berguna. Karena, orang yang berambisi tinggi adalah yang lebih memilih akhirat. `Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah)`(69:Al Haaqqah:18). Bawalah ambisimu itu ke satu arah saja, yakni bertemu dengan Allah, bahagia di akhirat, dan damai disisi-Nya. Tidak ada ambisi yang lebih mulia selain ambisi yang demikian. Apalah artinya sebuah ambisi yang hanya tertuju kepada kehidupan dunia saja, yang bermuara pada ambisi untuk meraih kedudukan, jabatan, harta benda, kehormatan, dan kemasyhuran, yang kesemuanya akan musnah dan sirna.

Pada saat Rasulullah Saw sedang membaiat sahabat-sahabatnya, ada seorang munafik yang justru meninggalkan baiat itu untuk mencari unta merahnya. Dan ia berkat `Aku akan lebih bahagia dengan menemukan untaku daripada aku ikut baiat yang kalian lakukan itu`. Maka Rasulullah-pun berkata : `Kalian semua mendapat ampunan, kecuali pemilik unta merah ini`. (`Aidh Al-Qarni)

Janganlah menampakkan kemarahan kepada Allah, sementara kemarahan itu sesungguhnya ditujukan untuk dirimu sendiri, perbuatan itu merupakan pertunjukan kemunafikan dirimu. Perbuatan apa saja yang bersandar kepada Allah semata merupakan kekekalan dan terus bertambah, sementara perbuatan yang bersandar kepada selain Allah selalu berubah dan akan sirna.

Berhati-hatilah mentaati pemimpin yang merasa bangga akan hasil yang telah diraihnya dan membangga-banggakan keturunannya, mereka melempar tanggung jawab terhadap segala hal kepada Allah, apabila diberi kenikmatan mereka mengatakan ini nikmat dari Allah dan akan memprotes kepada Allah dengan perkataan `Allah membencinya` atas cobaan yang dikehendaki Allah atas dirinya. Merekalah pemimpin yang memperkokoh fondasi pembangkangan dan mempertajam pedang kesombongan.

Maut mempengaruhi tubuhnya hingga telingapun tidak lagi berfungsi sebagaimana tidak berfungsinya lidah, terbaring diantara keluarga dan kerabat, tidak berbicara dengan lidah dan tidak mendengar dengan telinga, pandangan yang berputar sebagai pengganti kata-kata, memperhatikan gerak lidah tetapi tidak mendengar pembicaraan. Maut meningkatkan kekuasaannya setelah membungkam lidah dan telinga dan tibalah giliran roh yang harus meninggalkan jasad. Dalam sekejap hadir kesunyian, tidak dapat lagi membahagiakan orang-orang yang menangis, tidak dapat lagi menyambut seruan orang-orang yang memanggil. Keluarga dan kerabat mengantarkan jasad kembali ke asalnya sebagai tanah, untuk menghadapi amal-amal perbuatannya dan seiring dengan gerak maju waktu, merekapun berhenti mengunjunginya.

Waspadalah engkau terhadap samudera dunia yang telah banyak menenggelamkan manusia dan tidak akan terselamatkan, yang merupakan samudera yang sangat dalam, kecuali orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk diselamatkan, sebagaimana Allah akan menyelamatkan orang-orang yang beriman dihari kiamat dari api neraka. Tingkatkanlah dirimu menjadi orang yang cinta kepada-Nya, agar engkau menjadi orang yang kaya disisi-Nya, yang tidak membutuhkan segala sesuatu selain yang diberikan oleh-Nya, maka keimananmu bertambah kokoh dan hatimu bersih dari belenggu-belenggu keduniaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar