Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Belajar pada Buah Jeruk !

Belajar pada Buah Jeruk !

21/11/2011
Berguru pada buah jeruk, Apa yang bisa kita pelajari ? Bukankah jeruk adalah buah yang sudah kita kenal bersama. Buah yang begitu – begitu saja. Tapi, sungguh tiada yang biasa bagi orang – orang yang belajar ilmu hikmah dari Allah. Semua hal akan menjadi luar biasa. Dan bisa mengantarkan kita untuk bertemu dengan –Nya. Dimana saja, dan kapan saja.

Sebelum pergi kerja dipagi hari, kita makan bersama keluarga. Dan boleh jadi buah jeruk berada dimeja makan menemani kita. Dari buah jeruk yang sedang ada dimeja makan itu kita bisa belajar tentang manfaat hidup.

Apakah yang bisa kita petik dari sibuah jeruk ? Ternyata buah jeruk mengajarkan kepada kita tentang baik dan buruk. Manfaat dan mudharat. Bahwa hidup ini mesti memiliki lebih banyak manfaat daripada mudharatnya.

Suatu ketika, saya mengupas buah jeruk keprok yang terkenal segar dan manis. Begitu mudahnya mengupasnya. Apalagi pada buah yang sudah ranum. Saya tidak tahu mengapa buah yang telah ranum itu mudah dikupas.

Siapakah yang memerintahkan agar buah jeruk mudah dikupas? Padahal ketika masih muda, buah itu lebih sulit untuk dikupas. Jikapun bisa, biasanya daging buahnya menjadi rusak. Apakah buah jeruk itu sendiri yang memerintahkan dirinya agar mudah dikupas oleh kita? Ah, rasanya tidak mungkin dan mustahil. Karena tentu, dia tidak ingin dikupas – kupas secara menyakitkan kemudian dimakan oleh kita. Ada sebuah kehendak diluar buah jeruk yang memerintahkan kepada pohon tersebut agar memudahkan buahnya untuk dikupas ketika sudah ranum.

Begitu kulitnya terkelupas, saya melihat daging buahnya yang kuning segar. Betapa akan membangkitkan selera! Saya pisah bagian- bagian buahnya, begitu mudah. Dimakan begitu segar dan nikmat.

Saya kembali berpikir, siapakah yang mendesain daging buah yang demikian indah itu. Ada daging buah yang terbagi kedalam potongan yang lebih kecil dengan dibungkus kulit ari yang tipis tapi liat dan lentur. Arsitekturnya demikian indah dan cermat. Apakah pohon jeruk tersebut demikian pintarnya, sehingga mampu menciptakan desain dengan demikian indahnya. Hebatnya semua jenis jeruk keprok itu memiliki arsitektural yang sama. Berjuta – juta buah jeruk keprok dimuka bumi mempunyai rasa khas yang sama, struktur kulit dan warna yang senada, dan musim panen yang seiring. Yaitu menjelang musim dingin didaerah empat musim. Sedangkan didaerah tropis hamper sepanjang tahun.

Siapakah yang memerintahkan buah jeruk yang kaya vitamin C itu berbuah menjelang musim dingin, dimana tubuh manusia lebih membutuhkan vitamin C? Apakah buah itu sendiri ? Ataukah ada suatu kecerdasan superhebat yang sangat berkuasa dibalik ini semua? Subhnallah.

Semakin dipikir, semakin banyak hikmah yang bisa diambil dari buah jeruk itu. Itu baru menyelami salah satu jenis jeruk yang bernama jeruk keprok saja. Padahal ada banyak jenis – jenis buah jeruk dimuka bumi ini. Ada jeruk nipis, jeruk manis, jeruk bali, jeruk kikit, jeruk sambal, dan lain sebagainya. Yang saya tidak hapal satu persatu. Semuanya memiliki rasa yang khas dan kegunaan yang berbeda – beda.
Ketika sambil termenung – menung mengupas buah jeruk itu, tanpa sengaja air kulitnya muncrat mengenai mataku. Cukup perih juga ternyata. Tapi hanya sebentar, lantas hilang pedihnya, sayapun menjadi tersenyum.

Sungguh, selain manfaat yang demikian banyak dari buah jeruk tersebut, ternyata ada juga sisi negatifnya. Kalau kena mata akan terasa pedih. Tetapi saya kemudian berpikir, jangan – jangan itupun merupakan sebuah manfaat. Hanya saja mungkin saya belum tahu manfaat apa yang tersimpan dibaliknya. Tapi, kalaupun itu sebiah sisi negative dari buah jeruk itu, saya melihat begitu sedikitnya sisi negatifnya. Malahan yang jauh lebih banyak adalah sisi positifnya, memberi manfaat demikian banyak buat kita.

Maka sayapun termenung semakin dalam. Berbagai makhluk yang diciptakan Allah memiliki manfaat yang demikian banyak bagi makhluk yang lainnya. Terutama bagi kita manusia. Tetapi terkadang kita sendiri tidak demikian. Begitu banyak manusia yang tidak memberikan manfaat buat lingkungannya, melainkan malah sebaliknya. Bahkan berbuat berbagai kerusakan yang akhirnya merugikan dirinya sendiri. Na’udzubillahi mindzalik !

Kenapa kita tidak belajar dari buah jeruk? Ia korbankan dirinya untuk kemaslahatan makhluk lainnya. Untuk manfaat yang lebih luas dan lebih besar. Maka, begitu banyak orang mencarinya, merindukannya, dan membutuhkannya. Kehadirannya bukan untuk menyusahkan orang lain, melainkan untuk membahagiakannya.
Bukankah itu yang diajarkan oleh-Nya? Tidaklah Allah mengutus Nabi Muhammad kemuka bumi ini kecuali untuk menjadi Rahmat bagi seluruh alam. (QS. Al-Anbiyaa’(21):107)

Subhanallah, Semoga kita semua mampu menjadi orang yang bermanfaat bagi saudara kita yang lain. Insya Allah aamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar