Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Kisah Al Walid bin Mughirah

Kisah Al Walid bin Mughirah

27/11/2011
Al-Walid bin Mughirah adalah salah seorang tokoh utama kaum Quraisy di Makkah. Dia adalah salah seorang hakim masyarakat Arab sebelum Islam datang. Dia adalah salah seorang pemimpin Quraisy di Darun Nadwah. Pendek kata, dia adalah salah seorang tokoh papan atas di kalangan kaum Quraisy.

Al-Walid adalah orang yang berjiwa pemimpin dan memiliki pendirian yang teguh. Akalnya mengarahkannya kepada beberapa bentuk kebenaran, di antaranya dia menyadari bahwa khamr itu tidak pantas diminum oleh pria terhormat. Karena itu, dia mengharamkan khamr untuk dirinya, dan bahkan dia memukul anaknya yang bernama Hisyam karena anaknya itu meminum khamr.

Ketika kaum Quraisy sedang membangun kembali Ka'bah yang sempat rusak karena banjir, al-Walid bin Mughirah berdiri untuk memberi nasihat kepada kaumnya, "Hai kaum Quraisy, janganlah menyertakan dana ke dalam pembangunan Ka'bah ini kecuali dana yang baik-baik. Janganlah memasukkan dana dari hasil prostitusi, perzinaan, dan kezaliman kepada orang lain ke dalam pembangunan ini. " (Al-Bidaayah wan-Nihaayah, II:30).

Allah memberi al-Walid banyak emas, perak, unta, kuda, ladang, dan kebun kurma. Dia sukses dalam berdagang, sehingga meraup kekayaan melalui berbagai jalan. Dia memiliki pelayan, budak laki-laki, dan budak perempuan yang memadai. Karena itu dia digelari Penghidupan Kabilah Quraisy. Di samping itu, dia dianugerahi anak yang banyak. Ada yang mengatakan bahwa anaknya berjumlah 12 orang. Semuanya ada di tengah-tengah dirinya, tidak bepergian untuk berdagang atau bekerja. (Tafsir Imam ath-Thabari, XXIX:153)

Salah seorang anak al-Walid yang terkenal adalah Khalid bin Walid, yang kemudian ternyata masuk Islam dan bahkan menjadi salah seorang panglima perang terbesar yang pernah dimiliki oleh ummat Islam. Khalid bin walid adalah orang yang mendapat gelar Pedang Allah (Saifullah) oleh Rasulullah saw. Dia adalah orang yang dikomentari oleh Abu Bakar as-Shiddiq ra. dengan, "Kaum ibu tidak lagi mampu melahirkan orang seperti Khalid." (Khalid ibnul Walid)

Tentang al-Walid sendiri, suatu hari al-Walid bertemu dengan Abu Bakar ra. dan bertanya kepadanya tentang Al-Qur'an. Setelah Abu Bakar ra menjelaskan, dia berkata, "Sungguh menakjubkan apa yang dikatakan oleh Muhammad. Demi Allah, apa yang dikemukakannya itu bukan syair, bukan sihir, dan bukan pula ocehan orang gila. Apa yang diucapkannya itu benar-benar merupakan firman Allah."

Ketika sekelompok orang Quraisy mendengar ucapan al-Walid, mereka berdiskusi lalu berkata, "Al-Walid adalah salah seorang tokoh kita. Kalau dia masuk Islam, maka akan masuk Islam-lah seluruh kaum Quraisy!".

Abu Jahal bin Hisyam merasa panas ketika mendengar hal itu. Kemudian dia mendatangi al-Walid untuk bertanya tentang ucapan yang telah dia katakan itu. Setelah ditanya apakah dia telah masuk Islam atau tidak, al-Walid menjawab, "Beri aku waktu untuk memikirkannya".

Kemudian, setelah beberapa waktu, akhirnya al-Walid berkata lagi, "Tidaklah Al-Qur'an ini melainkan sihir yang dipelajarinya dari orang lain." (ad-Durul Mantsur, VI:282)

---

Sebelumnya, ayat Al-Qur'an yang kita bahas telah menjelaskan kepada kita untuk bisa memiliki akhlak yang baik, jauh sebelum kita mempelajari hal-hal lainnya dalam agama kita, entah itu akidah maupun ibadah. Dan kali ini, ayat Al-Qur'an yang kita bahas adalah ayat yang menjelaskan tentang beberapa sifat negatif yang harus kita hindari, agar kita tidak terjatuh ke dalam kesombongan yang pada akhirnya bisa menghalangi kita dari cahaya Islam. Dan sifat sombong inilah yang telah menghalangi Al-Walid bin Mughirah untuk masuk Islam.

"Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,
yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,
yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,
yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,
karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak.
Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala."
Kelak akan Kami beri tanda dia di belalai(nya)."

(QS. Al-Qalam, surat 68. ayat, 8-16)


Kalau kita benar-benar ingin masuk surga, maka jauhilah sifat-sifat negatif yang telah di sebutkan pada ayat-ayat di atas. Jangan banyak bersumpah. Jangan banyak mencela. Jangan memfitnah. Jangan menghalangi orang yang akan berbuat baik. Jangan berlebih-lebihan (melampaui batas). Jangan kaku dan kasar. Dan terakhir, jangan menyepelekan apa yang tertulis di dalam Al-Qur'an.

Sudahkah kita menjaga diri kita dari sifat-sifat negatif tersebut ?

(Matsumoto, 17 November 2007)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar