Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Kisah yang Dapat diambil Pelajaran !

Kisah yang Dapat diambil Pelajaran !

25/11/2011
Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadist panjang tentang kembalinya seorang dari kedzaliman. Meskipun kejahatan orang tersebut sangat luar biasa, tetapi ALLAH tetap menerima taubatnya. Secara lengkap matan hadist tersebut adalah:

Abu Said (Sa'ad bin Malik bin Sinan) Alkhudry berkata : Bersabda Nabi Muhammad SAW: Dahulu pada ummat - ummat terdahulu, terjadi seorang telah membunuh 99 jiwa, kemudian ia ingin bertaubat. Maka ia mencari seorang Alim (Kyai), dan ditunjukkan pada seorang pendeta, maka ia bertanya: Bahwa ia telah membunuh 99 jiwa, apakah ada jalan untuk bertaubat ? Jawab Pendeta : Tidak ada. Maka segera dibunuh pendeta itu, sehingga genap 100 orang yang telah dibunuhnya.

kemudian ia mencari orang alim lainnya, dan ketika telah ditunjukkan maka ia menerangkan bahwa ia telah membunuh 100 orang, apakah ada jalan untuk bertaubat ? Jawab si alim : Ya ada, dan siapakah yang dapat menghalanginya untuk bertaubat ? Pergilah ke Dusun itu karena disana banyak orang - orang taat kepada Allah, maka berbuatlah s ebagaimana perbuatan mereka, dan jangan kembali kenegeri mu ini, karena tempat ini tempat penjahat !

Maka, pergilah orang itu. Tatkala ditengah perjalanan, mendadak ia meninggal. Maka bertengkarlah Malaikat Rahmat dan Malaikat Siksa.

Berkata Malaikat Rahmat : Ia telah berjalan untuk bertaubat kepada ALLAH dengan sepenuh hatinya. Berkata Malaikat Siksa : Ia belum pernah berbuat kebaikan sama sekali. Maka datanglah Seorang Malaikat berupa Manusia dan dijadikan sebagai Juri (Hakim) diantara Mereka. Maka Ia berkata : Ukur saja antara dua dusun yang ditinggalkan dan yang dituju, maka kemana ia lebih dekat masukkanlah ia kepada golongan orang yang sama. ( Atas nasehat Malaikat Penengah itu) maka diukurlah (Tempat seorang itu meninggal dengan asal berangkat mulai bertaubat dan tempat tujuan untuk melakukan kebaikan).

Didapatkan lebih dekat kepada dusun baik (Tempat ia akan melaksanakan kebaikan sebagai tanda bertaubat) kira - kira sejengkal, maka dipegang ruhnya oleh Malaikat Rahmat (Sebagai tanda taubatnya diterima karena itu ia memperoleh Rahmat/Syurga).

Dalam riwayat lain, ALLAH memerintahkan kepada bumi yang dituju supaya mendekat, dan menyuruh bumi yang ditinggalkan supaya menjauh. Dalam riwayat yang lain lagi disebutkan, maka condong dengan dadanya kearah dusun yang dituju, maka diampunkan baginya.

" Meskipun kejahatan orang tersebut sangat luar biasa dan besar, tetapi ALLAH tetap menerima taubatnya, apabila ia sungguh - sungguh dalam bertaubat. " (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahua'lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar