Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Rahmat Allah Mencakupi Kemurkaan - Nya !

Rahmat Allah Mencakupi Kemurkaan - Nya !

27/11/2011
Rahmat Allah melebihi segala keluasan makhluk yang diciptakan - Nya. IA telah menetapkan atas dirinya sebagai Dzat yang Penuh Rahmat. " Tuhan mu telah menetapkan atas Diri - Nya Kasih Sayang. " (QS. Al-An'am (6) : 12 dan 54)

Dalam beberapa hadist juga diterangkan bagaimana keluasan Kasih Sayang dan Rahmat Allah. Imam Ahmad meriwayatkan yang berujung pada Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW, pernah bersabda :

" Setelah Allah melakukan peradilan terhadap makhluk - Nya, maka DIA menetapkan pada kitab - Nya yang ada disisi-Nya diatas 'Arsy, bahwa sesungguhnya rahmat - Ku mengalahkan murka - Ku. " (HR. Bukhari dan Muslim)

Disamping itu, Ibnu Murdawaih juga meriwayatkan melalui jalur Al-Hakam Ibny Aban dari Ikrimah dari Ibnu Abas yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW, telah bersabda :

" Apabila Allah telah menyelesaikan peradilan-Nya diantara makhluk semuanya, maka DIA mengeluarkan suatu kitab dari bawah 'Arsy (Yang tercantum pada-Nya), Sesungguhnya Rahmat-Ku mendahului murka-Ku, dan AKU adalah yang Maha Pelimpah Rahmat. Lalu Allah menggenggam sekali atau dua kali genggaman dan mengeluarkan dari neraka sejumlah banyak makhluk yang tidak pernah melakukan sesuatu kebaikan apapun, diantara kedua mata mereka (Yakni pada kening mereka) Tertulis: Orang - orang yang dimerdekakan oleh Allah (Dari neraka). "

Hadist tersebut bukan berarti membenarkan seorang hamba untuk bebas melakukan kejahatan dan kedzaliman. Sebab, meskipun Allah mempunyai Sifat Rahmat yang demikian besar, seorang hamba tidak mengetahui apakah dirinya yang termasuk dalam golongan manusia yang mendapatkan kebebasan itu.

“Dan barangsiapa berhijrah di jalan ALLAH Niscaya mereka akan mendapatkan dibumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa berhijrah kepada ALLAH dan Rasul-NYA,kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ketempat yang dituju),’Maka sungguh pahalanya telah ditetapkan disisi ALLAH. Dan ALLAH Maha Pengampun Maha Penyayang.”(QS. An Nisa : 100).

Jadi, tidak dibenarkan kita mengandalkan Kasih Sayang Allah semata - mata dengan meninggalkan diri untuk berbuat Kebajikan dan Taqwa. Justru kita harus dengan sungguh - sungguh menyambut Kemurahan Allah dengan segala upaya bertaubat yang sebenar - benarnya taubat !

Semoga bermanfaat !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar