Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Cinta-Nya

Cinta-Nya

20/02/2012
Cinta adalah kehidupan. Kala cinta itu hilang dari jiwa seseorang, ia bagaikan hidup dalam kematian. Cinta adalah cahaya. Kala cinta hilang dari hati seseorang, ia bagaikan berada dalam kegelapan. Cinta laksana obat penawar. Kala tak ada cinta, hati akan ditimpa penyakit. Cinta adalah nikmat. Jika seseorang tidak mendapatkannya, hidupnya penuh kegelisahan.

Orang yang tengah jatuh cinta hanya menginginkan sesuatu yang disukai oleh kekasihnya. Seseorang mencintai segala hal yang dicintai kekasihnya dan membenci segala sesuatu yang dibenci kekasihnya.

Cinta membangkitkan kepribadian dan memunculkan kekuatan kekuatan yang ada didalamnya. Cinta juga membebaskan manusia dari sekat sekat kehidupan.

Pendeknya, cinta merupakan kewajiban yang paling mulia dan fondasi keimanan yang paling kuat. Setiap perbuatan sesungguhnya digerakkan oleh cinta, cinta yang terpuji maupun yang tercela. Segala perbuatan penuh keimanan digerakkan oleh dan didasarkan atas cinta kepada Allah SWT.
Cinta merupakan suatu hubungan timbal balik antara dua belah pihak, yakni manusia dan Allah SWT. Manusia mencintai Allah, dan Allah mencintai manusia. Allah mencintai orang orang yang mencintai-Nya, berbuat kebajikan, bertaubat, bersikap adil, tawakkal, serta taqwa. Sebaliknya, Allah tidak mencintai orang orang yang tidak mencintai-Nya, yang merusak, melanggar batas, ingkar, dzalim, congkak, dan yang berkhianat.

Allah memuliakan manusia tanpa memandang bentuk dan jenisnya. Ini adalah bukti cinta-Nya kepada manusia. Tugas manusia dimuka bumi ini adalah berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan cinta Allah yang melahirkan kehormatan dan kemuliaan ini, kemudian merawat dan meningkatkannya dengan kepatuhan kepada perintah perintah-Nya, dan selalu konsisten dijalan lurus yang diridhai-Nya.

Orang yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya semampu ia lakukan, maka insya Allah, Allah akan melipatgandakan penghormatan dan kemuliaan itu melebihi apa yang telah DIA berikan sebelumnya. Kemudian DIA memasukkannya kedalam kelompok orang orang yang dicintai. Ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya :

“Sungguh, Allah menyukai orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri”. (QS. Al Baqarah [2]:222)

“Sebenarnya barang siapa menepati janji dan bertaqwa, maka sungguh Allah mencintai orang orang yang bertaqwa”. (QS. Ali Imran [3]:76)

Cinta adalah nikmat. Jika seseorang tidak kuasa meraihnya, hidupnya pasti gelisah. Mendapat cinta dari makhluk adalah menyenangkan, apalagi bila cinta itu datang dari Sang Pencipta yang cinta-Nya suci dan tak bertepi. Cinta-Nya yang tidak saja mendatangkan ketenangan, tetapi juga kebahagiaan yang sejati dan abadi.

“Cintailah Allah atas apa yang DIA berikan kepadamu dari berbagai nikmat-Nya”.
(HR. Turmudzi dari Anas)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar