Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Menjadi Pintu Kebaikan atau Keburukan

Menjadi Pintu Kebaikan atau Keburukan

27/09/2011
Anas bin Malik ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):
“Di antara manusia ada yang menjadi pembuka kebaikan serta penutup keburukan, dan ada pula yang menjadi pembuka keburukan serta penutup kebaikan. Sungguh beruntung seseorang yang Allah letakkan di tangannya kunci-kunci pembuka kebaikan dan sungguh celaka dia yang Allah letakkan di tangannya kunci-kunci pembuka keburukan.“ (HR. Ibnu Majah)

Kebaikan adalah sesuatu yang diridhai Allah sedangkan keburukan adalah sesuatu yang dimurkai Allah. Jika Allah meridhai seorang hamba, Dia menjadikannya sebagai kunci pembuka kebaikan. Ketika memandangannya, kita segera teringat kebaikan. Di mana pun dia berada, kebaikan datang bersamanya. Ketika namanya disebut, yang terdengar hanyalah kebaikan. Jika dia berbicara, yang terucap hanyalah kebaikan.

Allah menghiasi dirinya dengan berbagai sifat mulia, sehingga siapapun yang bertemu dengannya akan menjadi baik; melakukan kebaikan, memikirkan serta merenungkan kebaikan. Di mana pun berada, dia menjadi kunci pembuka kebaikan. Setiap orang yang bergaul, berteman dan bersahabat dengannya pun memperoleh kebaikan.

Sebaliknya, ada orang yang siapapun bertemu dengannya menjadi buruk, berbuat jahat, berkata kotor, berpikir jorok, dalam hatinya tersimpan keburukan. Di mana pun berada, dia menjadi penyebab terbukanya keburukan. Siapa pun yang bergaul dan bersahabat dengannya akan memperoleh keburukan.

Persahabatan dengan orang pertama (pembuka kebaikan) merupakan obat yang memperkuat imanmu, sedangkan pertemanan dengan orang kedua (kunci pembuka keburukan) merupakan penyakit yang melemahkan iman.

Seseorang yang hatinya hanya memikirkan dunia, maka ketika bertemu denganmu dia akan membicarakan dunianya. Sedangkan orang yang hatinya hanya memikirkan Allah, Penciptanya, maka ketika bertemu denganmu dia akan menyebut-Nya. Setiap orang akan menyampaikan kepadamu apa yang dia anggap baik dan sesuai dengan isi hatinya.

Orang yang membicarakan dunia akan membuatmu menginginkan dunia. Dia akan menjadikan dunia tampak indah di matamu. Mendengarkan ucapannya hanya akan mendatangkan penyakit, menjerumuskanmu dalam kebinasaan dan kehancurannya.

Adapun orang yang membicarakan akhirat akan membuatmu menginginkan akhirat dan memandang indah akhirat. Dia akan membuatmu memandang rendah dunia, berzuhud terhadapnya, dan waspada akan bahayanya. Sebab, dia akan memberitahukan kepadamu fitnah dan tipu daya dunia, menceritakanmu omong kosong dunia, dan perhitungan berat yang kelak ditemui para pecinta dunia dan kedahsyatan hari kiamat.

Sedangkan orang yang membicarakan keagungan Allah Yang Maha Agung, akan membuatmu meyakini pengaturan Allah dan istiqomah dalam beribadah (menghamba) kepada-Nya. Bahkan, ia akan membuatmu lupa akan dirimu sendiri dan segala sesuatu selainnya….[]*
[] Oleh: Abu Abdillah Muhammad Al Hakim At-Tirmidzi*
dikutip dari: Orang Bijak Berkata oleh Al Habib Novel bin Muhammad Alaydrus
*Abu Abdillah Muhammad Al hakim At-Tirmidzi, Nawadirul Ushul Fi Ma’rifati Ahaditsir Rasul, Cet.1, juz.1, Darul Kutubil ‘Ilmiyyah, Beirut, 1992, hal.227.

(Duhai Robbiy, golongkanlah kami sebagai orang-orang yang membuka pintu kebaikan dan menutup pintu keburukan…)

“Nasehat itu ibarat sekuntum bunga indah yang dihadiahkan seseorang kepadamu. Terimalah ia dengan senyum, rasa syukur dan hati yang lapang”

Wallahu a’lam Bishshowab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar