Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Bersaing Positif

Bersaing Positif

20/09/2011

Ada beberapa jenis olahraga yang dipertandingkan berdasarkan kategori. Seperti halnya tinju, mak berat badan menjadi ukuran. Sepak bola pun bisa dipertandingkan berdasarkan kategori umur. Ada kompetisi sepak bola usia 21 tahun da nada juga dibawah 18 tahun. Alasannya sangat sederhana, untuk melatih sportivitas. Begitu ungkapan beberapa ahli olahraga.

Memang betul sportivitas sangat dibutuhkan dalam sebuah persaingan. Pada dasarnya, manusia memiliki naluri bersaing dalam segala hal. Ingin menjadi yang terbaik adalah hal yang wajar asalkan menggunakan cara yang benar untuk mencapainya. Sayangnya, tidak sedikit orang yang memilih jalan pintas. Istilah yang pas adalah licik.

Bahkan tak segan – segan, orang licik ini menggunakan berbagai cara yang bisa merugikan saingannya. Persaingan seperti ini sudah tidak fair lagi. Padahal, para pesaing adalah karunia dari Allah SWT. Logikanya, bagaimana kita bisa menang jika tidak ada lawan mainnya ???

Apa yang terjadi jika balap karung diikuti oleh anak TK dan mahasiswa. Sebanarnya tidak akan menjadi masalah. Yang jadi masalah jika anak TK melawan mahasiswa. Kalaupun dimenangkan oleh para mahsiswa, banggakah mereka ??? Kalau ada yang merasa bangga, saya tidak tahu mengapa. Tetapi kalau ada yang merasa malu, wajar saja. Karena persaingan ini tidak seimbang. Bersaing positif bukanlah demikian.

Pesaing adalah ladang amal bagi ita. Demikian juga dengan musuh. Tidak perlu emosional saat berhadapan dengan musuh. Musuh adalah karunia Allah juga. Keberadaannya adalah sebuah kesempatan besar untuk beramal saleh dengan cara melawan kemungkaran yang dilakukan musuh kita dengan kebaikan hati.

Para penjahat pun adalah bonus pahala bagi kita. Kalau tidak ada penjahat, maka kita tidak punya kesempatan untuk melawan keburukan. Tinggal bagaimana cara kita mengemas bentuk perlawanan dengan cara yang benar. Selain bernuansa islami juga harus benar – benar punya strategi yang tepat. Sebuah harapan besar bagi kita semua, keburukan tidak merajalela lagi. Selain itu, citra Islam yang Rahmatan lil ‘aalamiin tetap terjaga. Intinya adalah perjuangan dan persaingan haruslah dilakukan dengan postif ……

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar