Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Berapa Harga Diri Kita ..?!

Berapa Harga Diri Kita ..?!

04/08/2011

Adakah uang receh, sudah tersiapkan dimobil kita? Sebab ketika lampu jalanan berwarna merah, anak – anak kecil itu akan bertebaran untuk mengais rezekinya.
Suatu ketika kami sekeluarga pergi ke tempat keramaian, yaitu disebuah pusat pertokoan. Ketika kami berhenti disalah satu traffic light ditengah kota karena lampu sedang menunjukkan warna merah. Pada saat itu seperti biasanya beberapa anak jalanan bertebaran mencari rezeki masing – masing dari beberapa pengendara mobil yang lagi berhenti.

Sebagian besar dari mereka adalah para pengamen jalanan, dengan rata – rata usia sekitar 15 tahunan. Anak – anak kecil tersebut bernyanyi membawa sebatang kayu yang diberi logam bekas penutup botol kecap sehingga kalau digoyang akan mengeluarkan bunyi. Ada juga yang tidak membawa apa – apa, pokoknya nyanyi sambil mendekati setiap mobil yang berhenti dilampu merah. Pemandangan semacam itu menjadi biasa, karna setiap saat kita akan beremu dengan mereka dijalanan. Sehingga tak akan membekas dihati.

Tetapi mari kita mencoba menerobos hati kita yang membaja tersebut. Cobalah melihat diri kita yang begitu banyak nikmat yang telah kita terima. Mulai dari nikmat sehat, rezeki, ilmu, kesempatan, dan nikmat keluarga yang bahagia. Bandingkan keadaan mereka dengan keadaan kita. Sungguh hati ini akan bergetar, lantas kita menjadi bersyukur, kasihan, agak malu kalau sampe tidak memberi, akan merasa bersalah dan berdosa jika kalau kita lewat tanpa berbuat apa – apa kepada mereka…

Pada saat itu mobil kami berada diurutan ke – 5 dibelakang mobil – mobil yang bagus, bahkan didepan kami salah satunya adalah mobil mewah. Mereka para anak jalanan itu bertebaran menuju mobilnya masing – masing. Anak yang ada dideretan mobil kami masih kecil sekitar usia 7 tahunan. Ia menengadahkan tangannya yang kotor dan kurus itu kekaca mobil – mobil yang ada didepan kami.

Terjadi sebuah pemandangan yang cukup mengharukan, karna semua mobil yang ada didepan kami tidak memberi sepersenpun kepada anak – anak kecil tersebut. Semua kacanya tertutup rapat mungkin karena mereka sedang menikmati segarnya udara dingin didalam mobil. Sementara diluar mobil anak – anak kecil itu juga sedang menikmati panasnya terik matahari. Kami melihat semua mobil – mobil itu acuh tak acuh terhadap anak – anak kecil ini, yg sebenarnya jika mereka memberi seribu rupiah saja, pasti akan menimbulkan kelegaan di hati mereka.

Akhirnya anak2 itu sampai ke mobil kami. Maka saya suruh keponakan saya yang masih berusia 10 tahun untuk memberikan uang kepada mereka. Uang tersebut memang sudah kami sediakan dimobil untuk mereka dan orang2 peminta – minta lainnya. Sambil memberikan uang kepada anak2 jalanan tersebut, keponakan saya bergumam’ waduh mobil – mobil didepan kita itu bagus – bagus ya, pasti yang punya mobil adalah orang yang banyak uangnya, tetapi kok tega gak memberi uang ya?! Kasihan sekali anak – anak itu. Mungkin mereka sudah sejak pagi tadi berdiri ditengah jalan ini..!?
Mendengar kata – kata keponakan saya ini, saya jadi terharu. Padahal biasanya kami memberi dengan perasaan biasa saja tanpa teringat apa – apa kerna semacam itu adalah hal yang rutin dilakukan oleh siapa saja. Tetapi setelah ada kata2 tersebut maka perasaan trenyuh, haru, kasihan, merasa bersalah, muncul lagi dihati saya. Saya jadi berfikir. Betapa banyaknya orang – orang yg kondisinya lebih dari cukup, rezekinya dilebihkan oleh Allah SWT tidak mau peduli dengan saudaranya yang lain. Saya jadi teringat perkataan Nabi Muhammad SAW : Sungguh belum dikatakan sebagai orang yang beriman, apabila ada orang yang tidur pulas kekenyangan, sementara ada tetangganya yang kelaparan.

Menarik sekali apa yang disampaikan Rasulullah, seseorang yang tidak tahu kalau ada tetangganya sedang kelaparan, ia sudah dikategorikan orang yang tidak beriman, ketika ia tertidur karna kekenyangan. Padahal kan orang yg tertidur itu tidak mengetahui kalo ada tetangganya yang sedang kelaparan ? tetapi mengapa ia masih dikatakan tidak beriman ?
insyaAllah, artinya bahwa kita sebagai manusia yang hidup bersosial dengan manusia lainnya, seharusnya selalu aktif memperhatikan kondisi saudara kita yang lain. Meskipun yg sedang lapar itu tidak berada dihadapan, kita tetap dikategorikan sebagai orang yang salah. Bahkan dikatakan tidak beriman, jika itu terjadi dilingkungan kita. Kalaulah dalam keadaan yg tidak tahu saja, sudah dicap sebagai orang yg tidak beriman, bagaimana dengan kondisi cerita diatas. Dimana anak – anak itu mendatangi kita dgn menengadahkan tangan nya untuk minta diberi secuil rezeki kita ??
masihkah kita bangga dgn sebutan kita sebagai orang islam? Satu hal yang sangat ironis, adalah jika mobil – mobil yg acuh tersebut, ternyata dikaca mobilnya tertulis sebuah sticker yang sangat keren ‘ ISLAM OUR LIFE ‘. Ya Allah .., semoga dengan merenungi kejadian ‘rutin’ yg sering kita jumpai dimasyarakat kita ini, paling tidak kita akan berbuat sesuatu. Kejadian dijalan itu tentu hanyalah sekedar contoh kecil saja. Semoga kita sebagai hamba Allah yg diberi rezeki yg cukup oleh-Nya, kita juga ikut andil dalam meringankan beban saudara2 kita yg cukup memprihatinkan itu. Walaupun nilainya sangat kecil, walau kelihatannya tidak berarti apa – apa. Mari kita berbuat sebisa mungkin.

Kata Ali Bin Thalib :’ … lebih baik memberi walaupun sedikit, daripada tidak sama sekali..’ Insya Allah kita semua yakin bahwa masih bisa atau sangat banyak orang2 yg mempunyai kepedulian tinggi dimasyarakat. Masih sangat banyak Wali Allah yg dengan kedermawanannya telah berbuat banyak dimasyarakat ini. Karna disinilah letak harga diri kita dimata Allah SWT. Allah Maha Melihat, kepada siapa saja yg berbuat kebajikan, meskipun tangan kirinya tidak melihat ketika tangan kanannya memberikan sesuatu. Allah pun Maha Melihat kepada siapa yang berbuat kerusakan, meskipun dilakukannya ditempat yg tersembunyi tiada org sama sekali ..
Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang – orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan – kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( QS. Al – Baqarah : 271 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar