Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: PERTOLONGAN PERTAMA BILA BENDA MASUK KE DALAM TUBUH

PERTOLONGAN PERTAMA BILA BENDA MASUK KE DALAM TUBUH

29/08/2011

Terkadang tanpa sengaja kita mendapatkan suatu kecelakaan kecil namun cukup berbahaya. Terutama bila hal itu terjadi pada anak-anak yang sengaja atau tidak memasukkan sesuatu ke dalam mulut, hidung bahkan ke telinganya.

Berikut ini kami ketengahkan beberapa tips pertolongan sementara jika kita kebetulan mengalami kecelakaan kecil tersebut.

Dalam hal ini, sewajibnya kita selalu memegang prinsip umum ketika menangani kecelakaan yang terjadi. Hal pertama adalah hindari rasa panik, agar kita tetap bisa berpikir rasional akan tindakan apa yang sebaiknya kita lakukan. Kedua, bacalah basmalah terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan. Kemudian ucapkanlah hamdalah apabila berhasil atau selesai melakukan penanganan.

BENDA MASUK KE MATA
Benda asing yang masuk mata biasanya kecil dan ringan. Istilah umumnya adalah “kelilipan”. Kelilipan yang ringan dapat dibersihkan dengan jalan mencuci (mengguyur) mata dengan air bersih. Lebih baik lagi bila menggunakan air masak. Kelilipan yang tidak terguyur dibersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan air bersih terlebih dahulu. Kelilipan yang tajam harus diambil dengan hati-hati sebab apabila tergeser dapat melukai mata.

Kelilipan larutan kapur tembak ( contoh lainnya kapur tohor ) harus ditangani seperti ketika mata terkena basa keras, yaitu seluruh muka dan mata dibasuh dengan larutan cuka encer dengan perbandingan satu bagian cuka dicampur dengan satu bagian air. Atau bisa juga dengan air biasa. Guyuran dilakukan secara terus menerus selama tiga puluh sampai empat puluh lima menit dan harus mengenai bagian yang terlindung oleh kelopak mata. Selama diguyur penderita harus menggerak-gerakkan bola matanya.

BENDA MASUK KE HIDUNG
Anak-anak kadang memasukkan biji-bijian atau manik-manik ke dalam lubang hidungnya. Untuk mengambilnya sebaiknya diserahkan kepada dokter. Jikalau ingin mencoba mengambilnya sendiri, pergunakan sebatang kawat berujung tumpul yang dibengkokkan seperti kail. Masukkan kail tersebut dengan sangat hati-hati menyusup di samping benda yang masuk tadi. Setelah melampauinya tariklah benda asing tadi perlahan-lahan.

Apabila benda tersebut belum begitu masuk ke dalam, bisa dicoba dengan cara memerintah anak mengeluarkannya seperti ketika mengeluarkan lendir dari hidung dengan memencet bagian hidung yang tidak kemasukan benda tersebut.

BENDA MASUK TELINGA
Sekali waktu mungkin bayi anda menangis tanpa sebab. Jika anda menjumpai hal demikian, periksalah telinga bayi dengan bantuan lampu senter. Kemungkinan ada serangga yang masuk dan menggigit. Kadang ada juga anak yang langsung menunjuk telinganya memberi isyarat bahwa ada sesuatu yang masuk ke telinganya.

Serangga yang masuk ke telinga dapat dibunuh dengan meneteskan baby oil ataupun minyak zaitun ke dalam liang telinga yang kemasukan serangga. Apabila belum berhasil bisa dicoba meneteskan alkohol 70%. Jika tidak ada bahan-bahan yang tadi, bisa dicoba dengan meneteskan obat tetes telinga beberapa kali.

Alkohol yang diteteskan ke telinga lebih cepat membunuh serangga. Terutama serangga-serangga yang agak besar. Namun dalam penggunaannya kita harus tetap hati-hati. Usahakan agar alkohol tidak masuk ke kerongkongan dengan cara memiringkan kepala ke arah telinga yang tidak terkena beberapa saat setelah ditetesi.

Jika benda asing yang masuk ke telinga berupa biji-bijian basah yang mudah mengambang, jangan sekali kali anda mencoba mengeluarkannya dengan memasukkan cairan (misalnya air, minyak, obat tetes telinga ataupun alkohol) ke dalam telinga. Sebaiknya diambil dengan korek kuping secara hati-hati. Bila belum berhasil bawalah ke dokter.

Namun pada umumnya, benda kecil yang masuk ke telinga dapat kita keluarkan dengan jalan memiringkan kepala ke arah telinga yang termasuki benda tersebut. Kemudian tepukkan tangan beberapa kali di kepala sebelah atau dekat telinga yang satu lagi.

BENDA MASUK KE TENGGOROKAN
Makanan bahkan gigi yang lepas bisa menyangkut di tenggorokan. Dengan menggunakan jari, rabalah tenggorokkan penderita. Usahakan untuk mengeluarkan benda tersebut. Pada anak kecil, lindungilah jari-jari anda dari gigitannya. Bila benda masuk ke dalam saluran nafas, dudukkan penderita di kursi. Tundukkan kepala penderita, lalu tepuk tengkuknya dengan keras. Jika kasus ini terjadi pada anak kecil, angkat kakinya dan dijungkirkan. Kemudian tepuk punggungnya keras-keras. Benda yang menyangkut tadi biasanya dapat terlempar keluar dengan cara ini. Jika belum berhasil, cobalah menelungkupkan penderita. Lalu rogohlah tenggorokkannya dengan jari kemudian cungkil benda asing yang menyangkut tadi supaya keluar. Caranya ialah dengan memasukkan jari anda menyusuri gigi dan terus ke dinding belakang tenggorokan. Setelah benda yang menyumbat dapat diraba, cungkillah ke arah mulut. Cara lain ialah dengan mencoba mendesak benda tersebut dengan tekanan udara yang didorongkan dari ronga perut sebagai berikut:

UNTUK ANAK-ANAK USIA DUA TAHUN KE ATAS
1. Peluklah korban dari belakang dan lingkarkan tangan anda ke perut tepat di bawah tulang iga terakhir.
2. Bengkokkan punggung korban ke depan dengan posisi kepala agak menggantung.
3. Kepalkan salah satu tangan anda tepat di bawah tulang dada korban, kemudian letakkan telapak tangan anda yang satunya lagi di atas kepalan tadi.
4. Tekan dan dorong perut korban kuat-kuat dan menyentak dengan sudut empat puluh lima derajat ke atas ke arah letak jantung.
5. Jangan menekan tulang iganya.
6. Jangan menekan dengan lengan anda tetapi pergunakan kepala tangan dengan hentakkan yang cepat dan kuat.

UNTUK ANAK KECIL ATAU BAYI
1. Telentangkan korban dan letakkan pangkal telapak tangan anda ditentang sekat rongga badannya ( lihat petunjuk di atas)
2. Tekan secara kuat dan tujukan ke arah jantung dengan sudut empat puluh lima derajat ke atas rongga dada.
Jika anda sendiri yang menjadi korban sementara tidak ada orang yang membantu anda, lakukanlah penekanan dengan kepalan tangan anda sendiri seperti petunjuk di atas. Bila pada kondisi-kondisi di atas wajah penderita mulai membiru, usahakan memberikan pernafasan buatan dari mulut penolong ke mulut penderita, dan siapkan penderita untuk segera dibawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

BENDA YANG TERTELAN
Benda yang tertelan biasanya yang berbentuk bulat. Kemungkinan bahaya yang ditimbulkan relatif kecil, karena benda tersebut akan keluar lagi bersama kotoran. Apabila timbul gejala semisal perut mulas atau sakit serta gejala lainnya di luar kebiasaan normal, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis terdekat.

Jika benda yang tertelan termasuk benda tajam, jangan mencoba mengeluarkannya dengan obat pencahar (laxative /obat urus-urus). Sebab akan sangat membahayakan usus. Sebaiknya penderita diberi makanan padat seperti kentang, singkong, pisang atau roti.

BENDA MASUK KE KULIT
Untuk mengeluarkan jarum, duri, peluru atau serpihan kayu dan benda lain yang masuk ke dalam kulit sebaiknya diserahkan ke tenaga medis. Namun tidak menutup kemungkinan kita bisa mencabut sendiri apabila benda masih tampak di permukaan kulit. Untuk mengeluarkannya kita membutuhkan alat rumah tangga seperti gunting, pisau tajam, peniti atau jarum. Dengan catatan benda-benda tersebut harus disterilkan terlebih dahulu dengan cara membakarnya langsung atau dengan merebusnya sampai mendidih selama kurang lebih lima sampai sepuluh menit.

Jika benda masuk ke dalam telapak kaki, segera atasi dengan cara mengistirahatkan kaki tersebut. Gerakan kaki dapat mengubah letak benda makin masuk ke dalam.

Adapun jika benda yang masuk ke dalam kulit adalah kail, maka jangan sekali-kali anda menariknya kembali. Akan tetapi doronglah mata kail tersebut hingga muncul keluar. Kemudian potonglah mata kail tersebut sehingga dapat ditarik ke luar dengan mudah.

Sebagai penutup, perlu kami tandaskan pula, dalam menangani kecelakaan-kecelakaan di atas terkadang upaya kita belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Jika demikian, tetaplah bersikap tenang dan jangan panik. Sebagai mu’min yang mengimani bahwasanya kesembuhan mutlak hanya dari Allah, maka selayaknya kita senantiasa mempertebal sikap tawakal kepada Rabb Pemelihara manusia. Manusia hanya mampu berusaha menjalani sebab-sebab yang mengantarkannya pada kesembuhan. Dengan cara-cara yang dibenarkan syariat.

Satu point penting juga yang perlu dikoreksi, sebagian orang kadangkala mengucapkan terimakasih secara berlebihan kepada tenaga medis yang berhasil menangani kecelakaan yang menimpa dirinya atau sanak keluarganya. Ini merupakan suatu hal yang harus dihindarkan. Karena seperti yang telah kami singgung diatas, kesembuhan hanya Allah yang mampu memberikan. Bukan dokter, tenaga medis atau siapapun dari makhlukNya.
Wallahu a’lamu bish shawab
(dr. Ummu Muhammad).

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04//Tahun VII/1424H/2003M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar