Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Suri Tauladan Nabi

Suri Tauladan Nabi

  15/08/2011

         Dalam hal perilaku, Rasulullah SAW begitu lembutnya. Tidak pernah kasar kepada siapa saja. Beliau tidak pernah marah, kecuali kalau kehormatan agama Allah dihina. Dalam sebuah Hadist yg diriwayatkan oleh Imam Muslim, Beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Maha Lemah Lembut, ia cinta kepada kelemah lembutan. Dia anugerahkan kepada kelemah lembutan apa yang tidak dianugerahkan atas kekasaran dan sesuatu yang tidak diberikan atas selain kelemah lembutan. (HR. Muslim).

            Sabdanya terhadap Aisyah ra : Wahai Aisyah, lemah lembutlah! Karena sesungguhya Allah jika menginginkan kebaikan kepada Ahli Bait, maka Dia memasukkan kedalam sifat lemah lembut. (HR. Ahmad) Barang siapa yang tidak memiliki kelemah – lembutan, maka hilanglah darinya kebaikan. (HR. Muslim)

            Dalam hal rezeki, kehidupan Rasulullah begitu sederhananya. Pernah suatu saat Umar bin Khathab ra berkata : Sungguh aku melihat Rasulullah SAW berlipat perutnya karena lapar. Tak Beliau dapatkan korma burukpun untuk mengisi perutnya. (HR. Muslim)

Pada saat Malaikat Jibril datang menemui beliau, kemudian bertanya : Manakah yg kau inginkan ya Rasulullah, menjadi seorang Nabi yang kaya raya sebagai Nabi Sulaiman, ataukah menjadi Nabi yang miskin papa seperti Nabi Ayub? Beliau menjawab : Aku lebih suka kenyang sehari dan lapar sehari. Dikala kenyang aku bisa bersyukur kepada Allah, dan dikala lapar aku bersabar atas cobaan-Nya.

Tentang rezeki, Rasulullah SAW pernah berdoa : Ya Allah, jadikanlah rizki Muhammad dan keluarga nya sekedar untuk menghilangkan rasa lapar saja (Muttafaq ‘alaih). Subhanallah, Sang Kekasih Allah, Kekasih Alam Semesta, dan Kekasih Manusia, tentang rezeki doanya begitu luar biasa, sederhana, tetapi keindahannya tak akan pernah terlukiskan oleh kata – kata. Seorang kepala Negara, seorang pemimpin umat yang mampu berbuat apa saja dengan kekuasaan dan juga dengan doanya, karena Beliau adalah Kekasih Allah. Justru yang diinginkan adalah sekedar bisa makan untuk menghilangkan rasa lapar. Ya .. Allah..(Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad).

Begitu agungnya budi pekerti Beliau, begitu indahnya perilakunya, maka Allah pun berfirman : Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar – benar berbudi pekerti yang agung.

Rasulullah SAW, dalam menyikapi apasaja yang telah terjadi, semua diorientasikannya kepada Allah SWT. Semua yang sudah terjadi adalah sudah kehendak Allah, tak perlu disesalkan lagi. Anas ra berkata : Aku menjadi pelayan Rasulullah sejak usiaku delapan tahun. Namun aku tidak pernah dimarahi atau dicaci Beliau atas kelalaianku yang mengakibatkan suatu barang rusak. Jika ada suatu barang rusak. Jika ada seseorang dari keluarganya mencela aku, Beliau berkata : Jangan celah dia, karna setiap sesuatu itu, jika dikehendaki oleh Allah pasti akan terjadi. (HR. Baihaqi).

Akhlak Beliau tak terkatakan indahnya. Beliau selalu berkata lemah lembut, tak pernah bohong, selalu memaafkan kesalahan orang lain. Tidak pernah marah kecuali agamanya dihina orang. Beliau selalu berlaku adil bagi siapa saja. Beliau melakukan pekerjaan sehari – hari untuk keperluannya. Bila tertawa beliau tidak terbahak – bahak kecuali hanya tersenyum. Sifat tidurnya, cara makannya, cara berjalannya, cara duduknya, cara membina rumah tangganya, semuanya sangat memesona.

Bila shalat berjamaah selalu memperhatikan keperluan orang lain, tetapi bila shalat sendirian, Subhanallah .. tak terkatakan indahnya. Semua aktifitas hidup Beliau dahului dan akhiri dengan doa. Seolah – olah Beliau berpesan kepada kita semua ‘’ janganlah sampai ada satu kegiatan pun didunia ini yang lepas dari Do’a. artinya : Selalulah kita berorientasi kepada Allah SWT. Lihat saja, seluruh aktifitas hidup Beliau semuanya mengandung doa. Hal itu dimaksudkan agar kita juga mempraktekkannya. Mau tidur berdoa, bangun tidurpun berdoa. Masuk kekamar mandi berdoa, keluarpun berdoa, memakai pakaian berdoa, bercerminpun berdoa. Memulai perjalanan berdoa, sampai ditempat tujuanpun berdoa. Rasanya tidak ada satupun aktifitas yang tidak diorientasikan kepada Allah SWT dengan cara berdoa. Bahkan kalau kita berjanji kita disuruh mengucapkan : Insya Allah, artinya jika kita menghendaki akan sesuatu, janganlah berharap 100 % akan terpenuhi, meskipun hati kita ingin memenuhinya. Karna disetiap kejadian selalu ada peluang untuk tidak terpenuhi seperti kehendak kita. Karna itu semua kita kembalikan kepada Allah.

Tentang akhlak, Beliau bersabda : Sesungguhnya orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya (Muttafaq ‘alaih), Sesungguhnya orang yang paling aku cintai diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya. (HR. Muslim). Sesungguhnya orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lemah lembut terhadap keluarganya. (HR. Tirmidzi).

Membicarakan akhlak dan budi pekerti Beliau, tak akan sanggup kita melukiskannya. Terlalu indah, agung, dan memesona. Tak akan mampu untaian kata, dan goresan pena kita bisa mengungkapkannya. Tidak akan sanggup sejuta kalimat indah mampu mewakili budi pekertinya. Shalawat dan Salam semoga tetap tercurahkan kepada Beliau, keluarga, sahabat, dan pengikutnya. Amin Ya Robbal alamin …

Sumber : Buku Syurga Tak Lagi Indah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar