Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Berwudlu Menjelang Tidur ..

Berwudlu Menjelang Tidur ..

02/08/2011

 Pernahkah anda berpikir, boleh jadi tidur kita malam ini adalah tidur yang terakhir. Esok hari semua orang disekitar kita terbangun, tapi kita tidak. Betapa tipisnya batas antara hidup dan mati, keduanya dipisahkan hanya oleh tidur.

Beberapa waktu yang lalu, saya punya tetangga, sebut saja namanya pak AS. Dia orang yang aktif, usianya 48 tahun anaknya 4. Fisiknya sehat dan mempunyai banyak kegiatan. Dikampung, maupun dipasar, dia sangat menonjol. Pagi hari hamper tidak pernah terlambat sholat subuh dimesjid.

Suatu ketika, seusai sholat dhuhur dimesjid, Pak AS tidak kembali kepasar untuk menjaga toko. Entah kenapa, hari itu dia ingin dirumah saja. Makan bersama keluarga, shalat dhuhur dan kemudian istirahat menunggu sholat ashar. Shalat ashar dilakukannya dimesjid. Pulang sholat ashar dia tidur. Tidak biasanya, sore itu ia tidur sangat lelap, sampai menjelang magrib. Tak ada tanda – tanda apapun sebelumnya. Menjelang magrib ia dibangunkan oleh keluarganya. Tetapi, innalillahi …! Ternyata ia sudah tidak bias bangun lagi. Karna telah kembali kepada Sang Pencipta, untuk selamanya.

Saya tercengang, betapa cepat datangnya kematian. Tidak ada tanda – tanda. Tidak didahului ‘ kata pengantar’. Tanpa izin, dan tanpa permisi. Maunya tidur, akhirnya kebablasan meninggal.. tapi saya juga iri sama Pak AS. Enak sekali cara meninggalnya. Banyak orang menjelang ajal menjemput mengalami penderitaan yang menyakitkan. Ia meninggal, sambil ‘ tidur -  tiduran ’ sesudah shalat ashar, dalam keadaan berwudhu sebelum tidur.

Saya jadi teringat ucapan ibu saya 2 tahun yang lalu. Beliau mengajarkan hadist Rasulullah SAW, agar selalu berwudhu sebelum tidur. “ jika engkau akan tidur, berwudhulah seperti wudhu untuk sembahyang, kemudian berbaringlah pada pinggang sebelah kanan…”( HR. Bukhari, Muslum ). Mungkin maksud ibu saya, jika kita sampai kebablasan meninggal, kita dalam keadaan berwudhu. Bertemu Allah dalam kondisi ‘ bersuci ‘ betapa indahnya.

Apalagi jika berangkat tidur kita berdoa seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Beliau mengajarkan agar  menjelang tidur kita berserah diri kepada Allah. ‘Bismika Allahumma ahya wabismika amuut..” Dengan menyebut namaMu ya Allah aku hidup, dan dengan namaMu aku mati ..” sungguh tidur yang tenang. Tidur yang aman dan tentram. Semua kita pasrahkan kepada Allah. Termasuk hidup dan mati kita. Karena kita tahu, bahwa kita hidup dan mati ini memang bukan milik kita, ini semua milik ALLAH. Kapanpun Dia mau mengambilnya kita serahkan dengan sepenuh hati, seikhlas – ikhlasnya.

Karena dalam tidur kita kehilangan kesadaran sepenuhnya, maka kitapun tidak tahu apakah kita masih bias sadar kembali atau akan tidur selama – lamanya. Siapa yang berani menjamin bahwa besok kita pasti akan terbangun kembali. Tidak ada, seorang dokter yang paling hebat pun, tidak berani menjamin bahwa orang yang tidur itu pasti akan bangun kembali diesok hari. Paling – paling dia hanya berani berkata: mungkin / mudah – mudahan, esok dia akan bangun seperti sedia kala. Hidup kita ini hanya bermain – main dengan kemungkinan dan probabilitas. tidak ada yang pasti, segala kepastian hanya milik Allah saja. Maka sandarkan saja kepada Allah yang Maha Berkuasa. Di genggaman tangan-Nya lah hidup dan mati kita berada..

Begitu terbangun dari tidur di esok hari, kita harus sangat bersyukur. Karena Allah ternyata masih mengizinkan kita untuk menikmati hidup. Kita masih diberi kesempatan umur. Padahal orang – orang disekitar kita, boleh jadi telah diputuskan. Maka, orang yang demikian akan berucap Alhamdulillah begitu terbangun dari tidurnya. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, Bahwa setiap bangun dari tidur kita dianjurkan untuk mengucapkan : Alhamdulillah ahyaana ba’da maa amaatana wa ilaihi nusyuur. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan aku dari matiku dan kepada-Nya kita akan kembali.

Rasa syukur tiada berhingga kita sampaikan kepada-Nya sesaat setelah terbangun dari tidur. Kita bisa tersandar kembali dari tidur lelap. Dari rasa lenyap semalaman. Betapa besarnya  kasih  dan saying-Nya kepada kita. Padahal kita kan sudah hilang dan tidak merasakan a pa – apa selama beberapa jam ketika tertidur. Tidak Cuma itu, kita juga diberi ingatan kembali oleh-Nya. Bayangkan jika bangun tidur kita kehilangan ingatan. Betapa akan menderitanya. Mungkin kita tidak ingat lagi suami / istri kita, anak – anak kita, orang tua kita, teman – teman kita, atau saudara – saudara kita yang lain. Kita tidak lagi ingat makanan kesukaan , ataukah mungkin kita tidak ingat lagi dengan lingkungan yang ada disekitar kita.

Sungguh betapa tersiksanya jika hal itu sampai terjadi. Kita kehilangan seluruh keindahan yang ditaburkan Allah dialam sekitar dan disepanjang kehidupan yang telah kita jalani. Alhamdulillah, Allah masih mengembalikan ingatan kita. Kitapun masih diizinkan untuk menikmati berbagai hal yang terkait dengan kesehatan. Kita masih diijinkan untuk bias melihat dan membuka mata. Bagaimana jadinya, jika bangun tidur kita tidak bias melihat indahnya dunia. Tidak bias mendengar merdunya suara. Tidak mampu menggerakkan anggota badan, sehingga tidak bias turun dari pembaringan, tidak bias berjalan, dan seterusnya.

Tidak akan habisnya bila kita sebutkan kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada kita. Semuanya karena Dia sangat menyayangi kita. Maka itulah yang diajarkan Rasulullah kepada kita agar selalu mengingat setiap kenikmatan yang tiada terkira itu. Itulah tanda, bahwa kita senantiasa ingat kepada Allah SWT. Mau tidur ingat, bangun tidur juga tetap ingat. Bahkan didalam tidurpun kita telah berserah diri kepada-Nya. Inilah makna dzikir yang sesungguhnya, dalam keadaan apapun. Termasuk didalam tidur lelap semalaman …….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar