Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Bertemu Pengemis Aneh

Bertemu Pengemis Aneh




  • Kalau ada seorang pengemis minta uang itu adalah biasa.
  • Kalau ada seorang peminta – minta, ia mengharapkan makanan dari kita itupun biasa.
  • Tetapi kalau ada seorang pengemis, ia bertanya kepada kita tentang jam .. ?
Sekitar tahun 2003, saya masih SMA kelas 3. Selain sekolah saya juga bekrja sambilan menjaga toko, milik tetangga.. walau letaknya tidak jauh  dari tempat saya tinggal, tapi  kalo jalan kaki pastilah akan melelahkan. Jadi dikasih ongkos ojek 5 ribu / hari. Saya sekolah pagi, dan sepulang sekolah saya bekerja separuh hari. Lumayan lah alih – alih sudah bisa mandiri sendiri.. Setelah mendapatkan gaji pertama saya 300 ribu. Saya berniat membelikan sebuah jam, yaitu jam tangan yang cukup bermerk ketika itu. Maklumlah bahwa salah satu kebanggan saya  yang masih sekolah tetapi bisa membeli barang kesukaan dengan hasil keringat sendiri.


Suatu hari saya pergi jalan – jalan ke pusat pertokoan untuk sekedar melihat – lihat keramaian. Tidak terasa hari sudah mulai petang. Dan terdengarlah adzan magrib dari masjid Agung tidak jauh dari tempat saya berada. Seperti orang – orang lain yang berada dipertokoan  itu, saya langsung bergegas menuju masjid  yang jaraknya memang tidak terlalu jauh. Mau pulang kerumah tapi kejauhan takut tidak sempat melaksanakan sholat magrib dirumah. Jadi saya berinisiatif sholat dimasjid tersebut dengan rukuh wanita yang memang ada disediakan bagi para muslimah yg ingin sholat tapi tidak membawa mukenah..( sedang dalam perjalanan jauh).  Saya langsung menuju ke tempat wudhu untuk bersuci, ditengah keramaian orang – orang yang juga sedang berwudhu.

Karena masjid tersebut letaknya berada dipusat keramaian kota, maka tak ayal lagi yang melakukan sholat magrib juga berasal dari pengunjung pertokoan / masyarakat umum. Apalagi hari itu adalah hari sabtu alias malam minggu. Jamaah shalat pun lebih banyak dibanding hari lainnya. Setelah berwudhu, saya bergegas menuju shaf  yang  masih kosong, untuk mengikuti  jamaah sholat magrib. Shalat berjamaah sudah dimulai. Saya berdzikir secukupnya. Dan kemudian menjalankan sholat sunah. Saya pun bergegas keluar dari masjid kembali ke pertokoan untuk membeli sesuatu atau untuk sekedar melihat – lihat barang. Siapa tahu ada yang cocok untuk dibeli.

Pada saat saya berjalan menuju ke kompleks pertokoan itu, dimana jarak tempat saya berada kurang lebih sekitar 50 meter dari pintu masjid, tiba – tiba saya dikejutkan oleh seorang peminta – minta. Ia ibu – ibu yang sudah tua, menengadahkan tangan kanannya untuk minta uang. Dengan perasaan biasa tanpa berpikir apa – apa, saya ambilkan uang dari saku celana saya, kalau tidak salah sebesar  Rp. 10 ribu.  Ketika saya hendak berlalu untuk meneruskan  perjalanan menuju pertokoan, tiba – tiba orang tua itu menanyakan sesuatu yang menurut pendengaran saya sangat aneh.

(  mbak, pukul berapakah sekarang ini ?) betapa anehnya seorang peminta – minta bertanya tentang jam. Tanpa ambil peduli dengan keanehan tersebut , saya menyingsingkan lengan baju saya pada batas siku saya, aduh .. ternyata jam tangan saya telah hilang!! Dimana .. ?  kemana  ..? diambil siapa…? Kapan hilangnya..? serentetan pertanyaan pada diri sendiri  membuat hati saya bertambah bingung, mau menangis rasanya. Jam yang baru beli dengan hasil kerja  saya saat itu, apalagi ini gaji pertama saya. Kini hilang begitu saja..?!

Tiba – tiba saya teringat sesuatu, mungkinkah ketinggalan dimesjid? Tapi dimana ? Owh iya, saya ingat !  tadi ketika saya mengambil air wudhu, jam tangan saya saya letakkan diatas kran pancuran air wudhu. Dan saya lupa tidak memakainya kembali. Maka denganberjalan cepat setengah berlari saya menuju ketempat kamar mandi masjid, tempat dimana saya tadi mengambil wudhu. Setelah sampai di tempat tersebut , saya menjadi tercengang sendiri. Subhanallah… jam tangan saya ternyata masih ditempatnya, tidak berubah sedikitpun. Saya menjadi termangu…

Betapa lamanya saya tinggalkan jam tersebut, sejak melakukan wudhu, kemudian sholat berjamaah, melakukan dzikir, sholat sunah, dan keluar dari masjid mencari alas kaki yang memakan waktu cukup lama karena begitu banyaknya jamaah yang sedang sholat, lantas berjalan kearah pertokoan yang akhirnya bertemu dengan ibu tua peminta – minta yang bertanya tentang waktu kepada saya. ..( Subhanallah ). Mata saya berkaca – kaca, dan tanpa saya kehendaki saya telah menitikkan airmata. Betapa anehnya kejadian ini. Saya langsung menuju ketempat orang tua tadi, ingin mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepadanya. Ternyata, dia sudah tidak ada lagi ditempatnya. Dalam hatiku bertanya .. mungkinkah dia sudah pergi …?!

Subhanallah, saya tidak jadi kehilangan jam tangan saya. Apakah ini hanya berkat uang Rp. 10 ribu tadi yang saya berikan kepada ibu tua peminta – minta tadi..? sungguh, saya tidak berani untuk menyimpulkannya. Akhirnya saya pun bergegas pulang, disertai perasaan heran dan kagum dengan kejadian itu. Kini, setelah saya tulis ulang kejadian 8 tahun yang lalu, saya menjadi teringat dengan sabda Rasulullah SAW, bahwa memberi sadaqah itu bias menolak bala’, dan akan mendatangkan kekayaan hati….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar