Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: KENDALIKAN HATIMU !

KENDALIKAN HATIMU !

Add caption
Bertambah dewasa ternyata tidak cukup hanya dengan bertambahnya umur, ilmu, ataupun pangkat dan kedudukan. Kita bertambah dewasa justru ketika mampu mengenali hati dan mengendalikannya dengan baik. inilah sesungguhnya kunci bagi terkuaknya ketenangan iman.

Orang yang dilanda asmara, misalnya. Kalo ia tidak pernah mau bertanya kepada diri sendiri, maka akan habislah dirinya diterjang hawa nafsu. demikian juga kalo kita sedang diliputi gejolak amarah. Sekiranya, tidak pernah mau mengendalikan hati, sehingga akan celakalah kita dibuatnya karna akan menjadi orang yang berlaku aniaya terhadap orang lain.
kuncinya ternyata terletak pada keterampilan kita dalam mengendalikan suasana hati. Bagaimana caranya? salah satu cara yang paling efektif adalah dengan tidak mengingat - ingat kata - kata yang menyakitkan yang pernah dilontarkan orang lain. Baik itu teman ataupun saudara kita. Jangan pernah sekalipun kita disibukkan untuk mengingat kata - katanya. 

Jangan sampe kita sibuk membayangkan raut mukanya yang sedang marah atau sinis ketika ia melontarkan kata - kata yang menyakitkan itu pada hari - hari yang telah berlalu. begitu hati dan pikiran kita mulai tergelincir kedalam perasaan seperti itu segeralah kendalikan. Alihkan segera suasana hati ini dengan cara mengenang sekecil apapun kebaikan yang pernah dilakukannya. Ingat - ingatlah ketika ia pernah tersenyum kepada kita. Kenanglah jabat tangannya yang begitu tulus atau rangkulannya yang begitu penuh persahabatan. Ataukah ia pernah menawarkan bantua untuk mengantarkan kita pulang dengan motornya, ketika kita tengah berdiri taxi dijalan?

Pendek kata, kita hanya boleh mengingat - ingat semua kebaikannya, sambil menghapus semua keburukan yang pernah ia perbuat dari pikiran kita. Allah SWT, sungguh Maha Kuasa membolak - balikkan hati hamba - hamban -Nya. Kita juga akan teregun merasakan hasilnya. Betapa cepatnya hal ini berubah, justru sesudah kita berjuang untuk mengubah segala sesuatu yang buruk menjadi tampak baik. Oleh sebab itu kita harus benar - benar memiliki waktu dan kesungguhan untuk bisa memperhatikan dan mewaspadai  segala gerak - gerik, lintasan dan perilaku hati ini. Jangan sampai tanpa disadari kita sudah tergelincir menjadi sombong,  pribadi yang zalim, sehingga akan memusnahkan pahala amal - amal yang pernah dilakukan tanpa kita sadari. 

Apabila hal ini terjadi maka apalagi kekayaan yang bisa menjadi bekal kepulangan kita ke akherat nanti? Bukankah segala amal yang kita perbuat itu, apakah tergolong amal shalih atau amal salah akan bergantung pada qalbu ini? Semua amalan akan menjadi sia - sia manakala kita pergi berjuan, berperang melawan angkara murka, berpeluh, dan bersimbah darah. Akan tetapi hati dikotori oleh perasaan Riya', ingin dipuji dan disebut pahlawan. Tidakkah disadari bahwa amalan seperti ini, akan kering nilainya dan tidak berharga sama sekali dimata-Nya. Tetapi sebaliknya, jika hati ikhlas maka apapun yang kita lakukan akan mendapatkan Ridha - Nya duniaa itu akherat. 

Oleh karena itu sekiranya kita belum mampu melakukan amal - amal yang besar, tidaklah lebih baik bila kita memelihara amalan - amalan yang mungkin tampak kecil dan sepele dengan cara berusaha terus - menerus menyempurnakannya dan memelihara niat agar senantiasa benar dan ikhlas. Inilah jalan yang dapat membuahkan ketenangan bathin. Dengan begitu Insyaallah akan membuahkan pula suasana kehidupan yang sejuk, lapang, indah, dan mengesankan.

Besar kecilnya suatu amalan yang dikerjakan dalam hidup ini, apabila didassari oleh hati yang ikhlas seraya diiringi niat dan cara yang benar, niscaya akan melahirkan sikap Ihsan. Artinya, kita akan selalu mersakan kehadiran Allah dan akan selalu teringat kepada-Nya. Dalam setiap gerak - gerik dan dalam setiap denyut nadi kita. inilah satu kondisi yang akan membuat hati selalu merasakan kesejukan dan ketentraman. Allah SWT juga telah memberikan jaminan - Nya " Alaa bi dzikrillaahii tathma'inul qulub" (QS. Ar-Ra'd 13:28) : "Hanya dengan mengingat Allah lah hati akan menjadi tenang".

Kita harus senantiasa mewaspadai hal ini. Jangan sampai tanpa disadari kita diam - diam membinasakan diri. Lantas apa yang akan kita peroleh ? Pahala akan sedikit dan hati tidak bisa dikendalikan, sehingga semakin rusaklah nilai amal - amal kita dari waktu ke waktu. Naudzubillah !!!
Dengan demikian, selain kita terbiasa mandi  untuk membersihkan jasad lahir, kitapun harus memiliki kesibukkan untuk 'memandikan' hati ini. Selain kia makan untuk mengenyangkan perut, kita juga harus 'menyantap' sesuatu yang dapat membuat hati terisi. Selain kita berdandan untuk merapikan penampilan, kitapun harus sibuk 'bersolek' merapikan hati ini. Selain kita rajin bercermin untuk memperelok wajah, kita pun jangan lupa untuk rajin pula 'bercermn' untuk memperelok hati. 

Semua ini tiada lain agar kita memiliki kemampuan untuk senantiasa menyelisik niat maupun perilaku buruk yang disadari atau tidak disadari  mungkin pernah kita perbuat. Ini akan lebih menolong, daripada kita sibuk mengintip - intip keburukan orang lain. Yang berarti hanya akan menipu diri sendiri dan sama sekali tidak akan mendatangkan ketenangan bathin.. 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar