Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Sakit Membawa Berkah

Sakit Membawa Berkah


14/08/2011
Like father like son. Istilah ini tidak berlaku bagi keluarga yg satu ini. Kebiasaan sang ayah yg suka berjudi, mabuk, dan berperilaku buruk lainnya, sama sekali tidak pernah dilakukan oleh sang anak. Diantara anak – anaknya, anak bungsunya yg masih duduk dibangku SMP inilah yg dinilai paling saleh. Walaupun dianggap anak yg paling baik dan penurut, tapi tidak jarang sibungsu ini mendapatkan cipratan amarah dari ayahnya. Namun, yg patut dicontoh adalah sikap si bungsu yang tetap sabar terhadap perlakuan ayahnya.

Suatu saat Allah menakdirkan ayahnya menderita sakit yg cukup parah. Setiap hari sang ayah hanya bisa berbaring ditempat tidur. Semua kebutuhannya dilayani oleh orang lain. Dan si bungsulah yg melakukan semuanya sejak awal dengan penuh kesabaran. Karena kesabaran si bungsu, ayahnya bertanya : kenapa kamu masih mau merawat ayah ?? mendengar pertanyaan seperti itu, si bungsu menjawab dengan sopan : inilah yg diajarkan oleh islam, yaitu memuliakan orang tua. Dialog antara anak dan orang tua terus berlanjut, hingga sang ayah tersadar akan sikapnya selama ini yg salah ..

Namun sang anak merasa dirinya belum cukup pantas disebut sebagai anak yg shaleh. Dirinya merasa baru belajar untuk berbakti kepada kedua orang tua. Mendegar itu, berlinanglah airmata sang ayah. Pelukan erat sang ayah seolah tak ingin dilepaskannya dari anaknya. Tidak tampak lagi raut muka yang sinis dari wajahnya. Saat itu pula pintu hati sang ayah terbuka, Allah memberikan hidayah kepadanya melalui sang anak.

Kisah sejati yg pernah terungkap dalam sebuah dialog ini mungkin banyak terjadi dikehidupan nyata kita. Semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya dan terus belajar dan memahami bahwa  hidup adalah sebuah proses. Dan setiap orang berproses. Ada orang yg pada awalnya kurang ilmu, namun lambat laun terus bertambah ilmunya karena memiliki kemauang dan semangat belajar. Disisi lain, ada juga orang yg pada awalnya penuh kebencian kepada anaknya, seperti kisah diatas, lambat laun kebenciannya berkurang dan hilang karena keshalehan sang anak. Demikian pula dengan masalah hidayah yg sepenuhnya adalah Hak Allah SWT …

Bagemanapun keadaan orang tua kita, darah dagingnya melekat pada kita. Kalau keduanya belum shaleh, kita sebagai anaklah yg harus mati – matian memohon kepada Allah SWT agar orang tua kita dibukakan hatinya. Kalau orang tua masih bergelimang dosa, kitalah yg harus berjuang keras untuk membantu menyadarkannya. Serta berdoa tanpa kenal putus asa supaya Allah mengampuni dosa – dosa mereka. Jika orang tua kita belum taat, kitalah yg harus membuktikan bahwa kita anaknya telah mengenal agama dan menaatinya.

Sikapi kekurangan orang tua kita dengan kelapangan hati. Bagemanapun juga tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, mudah – mudahan  dengan kisah diatas, tekad kita semakin kuat untuk memuliakan orang tua. Wallahu’alam ….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar