Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Bersyukur = Successful

Bersyukur = Successful

04/12/2011
Bersyukur adalah kunci sukses paling penting. Apakah orang itu sekaya Bill Gates, sekeren Brad Pitt, atau sepopuler GW Bush, tanpa syukur dia takkan merasa sukses. Malah, cenderung menganggap dirinya sepele. Orang yang seperti ini tak pernah puas, selalu haus, dan kadang…rakus. Ia menggolongkan diri bukan sebagai orang sukses, tapi sebagai ambisius. Atau kalau tidak ambisius, dia penggerutu. Dan hidupnya selalu kurang.

Sebaliknya, dia yang bersyukur, meski hanya tukang sayur, tukang cukur, atau seorang petani, dia tetap merasa luhur. Luhur berarti bahwa apa yang dikaruniakan Allah adalah sesuatu yang agung. Sesuatu yang tak pantas dikeluh-kesah, melainkan dijalani sambil terus diasah.

Mensyukuri apapun yang kita dapat, baik-buruknya, susah-senangnya, plus-minusnya, adalah kunci bahagia. Sebab hidup selalu terdiri atas dua sisi. Ada siang ada malam, ada suka ada duka. Setiap sisi selalu berganti satu dengan lainnya, kadang dalam tempo tak terduga. Kalau tidak bersyukur, perubahan-perubahan ini tentu saja menjadi beban dan bukannya hikmah. Kalau sudah menganggap beban, akan mudah bagi kita untuk menjuluki diri sendiri sebagai orang gagal!

Sewaktu kanak-kanak, pasti kita pernah mendengar dongeng tentang Pangeran Kodok, Lutung Kasarung, atau Rapunzel. Seekor kodok jelek tiba-tiba berubah jadi pangeran tampan ketika ia tahu bahwa gadis cantik mencintai sang kodok. Seekor lutung hitam berubah jadi pemuda gagah saat putri cantik mencintai sang lutung. Rapunzel yang buruk rupa mendadak berubah jadi cantik ketika seorang pangeran memanjati menara untuk menolongnya.

Apakah dongeng-dongeng itu ingin agar setiap orang berkhayal jadi cantik/tampan dan disunting pangeran/putri impian?

Tidak! Makna sesungguhnya dari dongeng-dongeng itu adalah: ketika cinta merasuk dalam dada, apa yang pada awalnya tampak buruk pun bisa menjadi cahaya. Itulah makna rasa syukur. Manakala syukur itu ada, apapun kemasannya, segala isi dunia akan tampak indah senantiasa.

Mari kembali tengok ke dalam, apakah kita belum sukses, ataukah belum bersyukur?? Kalau memang belum sukses, masih banyak cara untuk meraihnya. Tapi kalau belum bersyukur, hanya ada satu cara yakni: kembali menghitung nikmat Allah dan menghidupkan rasa malu kita di hadapan-Nya.

“…Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (Al Mulk 67:23) Padahal seharusnya “…Terhadap ni’mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)” (Adh Dhuha 93:11)

Bersyukur itu indah, bersyukur itu Rahmah, bersyukur itu mudah, bersyukur itu Alhamdulillah !

(Himmah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar