Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Taubat Pemuda yang Kasmaran !

Taubat Pemuda yang Kasmaran !

03/12/2011
Imam Abi Nashar As-Samarkandi bercerita:

Sewaktu Hasan Basri masih muda ia berwajah tampan rupawan, hingga banyak gadis - gadis dikampungnya yang terpikat olehnya. Hasan Basri ini termasuk pemuda perlente, ia senang mengenakan pakaian yang bagus dan rapi. Salah satu kesenangannya adalah berjalan - jalan keluar masuk Kampung Kota Bashra. Hampir tiap hari ia berjalan menelusuri Kampung - kampung yang ada dipinggiran Kota Bashra, kadang - kadang dengan mengendarai kudanya. Tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang ia inginkan itu, kecuali dirinya sendiri.

Pada suatu hari, ketika ia sedang berjalan menelusuri Kampung, ia melihat seorang gadis cantik. Gadis itu tampak berjalan sendirian. Hatinya terpikat olehnya, maka iapun membuntuti gadis tersebut dari belakang. Ketika gadis itu merasa dibuntuti oleh seorang pemuda, maka ia menegurnya: ' Hai pemuda apakah engkau tidak merasa malu ?'

Hasan Basri : ' Malu pada siapa? Disini tidak ada orang, selain kita berdua.'
Gadis : ' Tentunya malu kepada Allah, sebagai Dzat Yang Maha Mengetahui setiap kemaksiatan mata, juga Maha Mengetahui pada apa yang terlintas dihati hamba-Nya.'

Rupanya pemuda Hasan Basri ini benar - benar telah jatuh hati kepada gadis itu, sampai ia tidak mampu lagi mengendalikan gejolak asmaranya. Karena itu ia tidak menggubris ucapan gadis tersebut dan terus saja membuntutinya dari belakang jalannya.

Melihat kenekatan pemuda Hasan Basri, sang gadis kembali menegurnya :' Hai pemuda, mengapa engkau masih saja membuntuti langkahku?'

Hasan Basri :' Sungguh aku telah terpesona oleh lirikan matamu.'

Gadis :' Kalau itu yang engkau inginkan, baiklah ! Engkau tunggulah disini saja. Aku pulang sebentar, nanti engkau akan mendapatkan apa yang engkau kehendaki !

Mendengar jajni gadis tersebut, hati hasan basri menjadi berbunga - bunga. Ia punya keyakinan bahwa gadis tadi telah menyambut cintanya. Iapun duduk dengan sabar menunggu apa yang dijanjikan sang gadis. Tidak lama kemudian, datanglah seorang pelayan utusan gadis tersebut dengan membawa sebuah nampan yang tertutup kain. Lalu, diserahkannya kepadanya, seraya berkata :' Inilah yang tuan inginkan dari gadis itu.'

Pemuda Hasan Basri tidak mengomentari apa yang dikatakan oleh pelayan tadi, ia langsung menerima nampan itu dan membukanya. Betapa terkejutnya ia, ternyata nampan itu berisi dua bola mata yang masih dibasahi darah. Si pelayan berkata lagi :' Tuan putriku juga berpesan bahwa ia tidak menginginkan lirikan matanya menyebabkan orang lain berbuat maksiat.'

Bagaikan disambar petir mendengar ucapan pelayan itu, hingga tubuhnya gemetaran dan bulu kuduknya berdiri, ia tidak bisa berkata sedikitpun. Ia hanya bisa mengelus - elus jenggotnya sambil mengumpat diri sendiri : ' Celaka kau, hai Hasan Basri, yang tak punya rasa malu. Jenggotmu telah begitu lebat, namun sedikitpun engkau tidak memiliki rasa malu. Coba bercerminlah pada gadis itu, yang sangat hati - hati dalam menjaga agamanya.'

Akhirnya dengan penuh penyesalan yang sangat mendalam, Ia pulang kerumahnya dengan menangis sepanjang jalan. Karena perbuatan bodohnya itu, semalaman ia tidak bisa tidur hanya meratapi kekhilafannya sambil terus - menerus mengucurkan airmata. Pada pagi harinya, ia bergegas kerumah gadis tersebut untuk meminta maaf atas kebodohan serta mohon dihalalkan kesalahannya itu.

Setibanya didepan rumah gadis tersebut, ia berdiri dengan tertegun. Pintu rumahnya tertutup rapat, sementara dari dalam terdengar tangisan para wanita. Hal ini menimbulkan tanda tanya dalam hatinya, ada kejadian apa dirumah gadis itu? Ia Kemudian mencari informasi dengan bertanya pada orang yang ada dirumah gadis tersebut. Akhirnya Ia mendapatkan informasi, bahwa gadis itu telah meninggal dunia.

Ia bergegas pulang, dadanya terasa semakin sempit penuh kesedihan yang mendalam, air matanya tak henti - hentinya terus mengucur. Ia menyesali diri telah mecelakai gadis tersebut. Tiga hari tiga malam Hasan Basri mengurung diri dirumahnya sambil terus - menerus meratapi kesalahannya.

Pada malam ketiga, dalam tidurnya Ia bermimpi melihat gadis itu sangat berbahagia hidup di Syurga. Lalu ia bertanya kepadanya: ' Wahai nona, aku mohon dengan sangat, maafkanlah segala kesalahan yang pernah aku perbuat kepada mu.'

Gadis : 'Wahai Hasan Basri, kekhilafanmu telah aku maafkan. Berkat perbuatanmu itu, justru aku mendapatkan kenikmatan yang besar disisi Allah SWT.'

Hasan Basri :' Kalau begitu, tolong nasehatilah aku dengan sesuatu yang sangat bermanfaat bagiku !'

Gadis :' Berdzikirlah kepada Allah, sekalipun engkau sedang menyendiri. Bertaubatlah kepada Allah, serta Beristighfarlah setiap hari pagi dan petang !'

Akhirnya, pemuda Hasan Basri melaksanakan nasehat gadis tersebut dengan bertaubat yang sesungguhnya. Ia menjadi tekun beribadah, banyak berpuasa, dan waktunya banyak dihabiskan untuk menimba ilmu pengetahuan dari berbagai Ulama besar di Iraq maupun di Negeri - negeri lain. Sampai akhirnya ia menjadi Ulama besar dalam bisang Tassawuf dan fiqih. Semoga amal baiknya memperoleh balasan derajat yang tinggi disisi-Nya. Aamiin.

Wallahua'lam ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar