Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Tidak Kasar, Bahkan Terhadap Musuh.

Tidak Kasar, Bahkan Terhadap Musuh.

30/12/2012
Rasulullah SAW selalu menjaga lisannya meskipun ketika berselisih dengan orang lain. Belum pernah Beliau mengucapkan kata - kata kasar kepada orang lain, bahkan kepada musuh - musuhnya sekalipun.

Alkisah, setelah Kaum Muslimin memperoleh kemenangan diMekkah, sehingga penduduk Mekkah seluruhnya masuk Islam, Rasulullah melebarkan sayapnya dalam berdakwah kedaerah diluar Mekkah, Beliau bersama rombongan Kaum Muslimin, diantaranya Sayyidina Abu Bakar. Memulai perjalannya ke Kota Thaif. Hal ini mengingatkan bagaimana Beliau pada awal dakwah Islam pernah datang ke Kota yang sejuk itu tetapi justeru mendapat cemoohan dan diusir dengan sangat hina.

Sampai - sampai Para Penghuni langit sangatlah murka dengan perlakuan kaum kafir Thaif waktu itu, tetapi Nabi Muhammad SAW tetap sabar, dan malah mendoakan keturunan mereka semoga kelak masuk Islam. Karena itulah, Beliau ingin melihat buah Doa yang dipanjatkan beberapa tahun sebelumnya.

Selain Abu Bakar, dalam rombongan itu ikut pula dua putra Sa'id bin Ash. Sa'id bin Ash adalah salah seorang yang ketika hidupnya sangat memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Namun setelah, Fathu Mekkah (Pembebasan Mekkah), anak-anaknya masuk Islam.

Kebetulan, ketika tiba di Kota Thaif, Abu Bakar melewati sebuah kuburan dan ia bertanya: " Kuburan Siapakah ini ?" Orang - orang menjawab :" Ini adalah kuburannya Sa'id bin Ash." Abu Bakar kemudian dengan spontan berkata," Mudah-mudahan Allah memberi laknat kepada Penghuni Kuburan ini, karena ketika hidupnya telah memusuhi Allah dan Rasul-Nya."

Mendengar ucapan Abu Bakar, marahlah Putra Sa'id bin Ash, yaitu Amr bin Sa'id, dan protes, " Wahai Rasulullah, inilah kuburan Seorang Lelaki yang lebih banyak memberi makanan, dan dia (sambil menunjuk Abu Bakar) lebih banyak memenggal kepala daripada Abu Quhafah (Ayah Abu Bakar)."

Mendengar protes Amr bin Sa'id, Abu Bakar tidak terima, beliau kemudian juga protes kepada Rasulullah," Wahai Rasulullah SAW, pantaskah ia mengucapkan perkataan seperi itu kepadaku ?" Kemudian Rasulullah menegahi," Berhentilah mengucapkan kata - kata seperti itu kepada Abu Bakar, wahai Amr !"

Amr bin Sa'id tersinggung, lalu pergi dari Rombongan. Rasulullah SAW kemudian mendekati Abu Bakar dan berkata, " Wahai Abu Bakar, apabila Engkau menyebut orang - orang kafir hendaklah secara umum. Janganlah mengkhususkan seperti itu, karena akan menimbulkan kemarahan putra - putranya. "

Lidah yang Menyelamatkan

Setelah kejadian itu, Kaum Muslimin sepakat untuk menghentikan perkataan yang akan menimbulkan kemarahan kepada keturunan mereka. Rasulullah SAW tidak saja melarang mencela kaum kafir secara khusus, tetapi juga melarang Kaum Muslimin memaki-maki orang musyrik yang terbunuh di Perang Badar.

Beliau berkata," Janganlah mereka dimaki - maki. Apa - apa yang kamu katakan tidak sampai kepada mereka, tetapi akan membuat sakit hati orang - orang yang masih hidup. Ketahuilah, kata - kata kasar itu adalah Perbuatan Rendah. "

Ahlaq utama yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Para Sahabatnya sangatlah tinggi, sehingga Beliau hanya berkata yang benar, dan terlarang bagi dirinya untuk mendoakan buruk kepada para musuhnya. Hal ini tergores dalam untaian tarikh Nabi Muhammad SAW, ketika Beliau meninggalkan Kabilah Tsaqif. Ada seorang sahabat yang berkata kepada Beliau," Wahai Rasulullah, mohonkanlah kepada Allah supaya mereka (Para Musuh Kaum Muslimin) memperoeh musibah."

Apa jawaban Nabi ? " Ya Allah, berilah petunjuk kepada Kabilah Tsaqif dan bawalah mereka (kejalan yang benar)." Terhadap musuh saja Rasulullah masih berbuat santun, bagaimana dengan sesama Kaum Muslimin ? Inilah Nasehat Beliau yang sangat terkenal, dan sering dikutif Para Mubaligh dimimbar pengajian .

Diriwayatkan dari Abu Musa Al - Asy'ari, " Aku berkata," Wahai Rasulullah, siapakah orang - orang muslim yang paling utama?" Rasulullah SAW, bersabda," Ialah Orang Muslim yang membuat Kaum Muslimin merasa selamat dari lidah dan tangannya." (HR. bUKHARI - Muslim)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar