Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Keindahan Hati !

Keindahan Hati !

20/12/2011
kita mungkin sering bertanya, kenapa harus aku yang menjalani masalah berat ini? Kenapa aku tidak bisa seperti orang lain, yang selalu terlihat bahagia? Ketahuilah, wahai diri bahwa Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi dirimu dan orang lain. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al – Baqarah : 216)

kita memang mudah dirundung keluh kesah, dan itu harus disadari datangnya dari syetan. Sesungguhnya, bila hati ini penuh keyakinan bahwa Allah akan mengujinya sesuai kadar kemampuan kita, maka hati akan menjadi tenang. “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah : 286)

Dalam kehidupan ini kita akan bertemu dengan beraneka ragam budaya dan adat istiadat. Baik sifat dan tingkah laku, serta pemikiran yang berbeda – beda antara yang satu dengan yang lainnya. Lantas apakah kita boleh berbuat sesuai kehendak dan kemauan kita masing – masing ? jawabannya adalah ya, karena setiap diri mempunyai haknya masing – masing dalam menentukan kapasitas dirinya didepan khalayak ramai.

Sikap yang baik yang bisa kita bawa kedepan adalah sudah pasti sikap yang baik dan mencerminkan akhlak seorang muslim yang baik. Yaitu kita dituntut untuk selalu menapakai jalan yang lurus. Yang dapat membimbing diri ini pada kebaikan. Syukur – syukur kalau apa yang kita lakukan bakalan menjadi teladan bagi yang lain. Bukan kah ini merupakan sebuah anugerah terindah dari-Nya jika kita bisa menjadi contoh bagi sahabat – sahabat kita yang lain.

Janganlah kamu menjadi orang yang "ikut-ikutan" dengan mengatakan "Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim". Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, "Kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya". (HR. Tirmidzi)

Walaupun mungkin kita tidak bisa seperti Nabi kita Muhammad SAW, tetapi setidaknya kita akan berusaha untuk mencontoh akhlaq Beliau yang indah tersebut. Mari kita selalu berusaha untuk melatih diri ini agar senantiasa berada pada jalur kebaikan. Walaupun itu mungkin rasanya sulit dan tidak semudah kita dalam berucap. Tetapi tidak ada yang sulit didunia ini, kecuali kita sendiri yang membuatnya menjadi sulit.

Percayalah jika kita beriman, maka kita akan memiliki derajat yang paling tinggi, bahkan dibandingkan manusia-manusia yang kamu pikir tidak sedang Allah uji, jika mereka tidak beriman. Untuk itu, kuatkan hatimu dalam menghadapi ujian ini. “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Imran : 139)

Caranya, agar kita kuat menghadapinya, bersabarlah. Dan bersabar itu tidak hanya cukup sekali, tapi terus menerus, tanpa akhir, hingga Allah akhirnya memenangkanmu atas ujian yang berat ini.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kita lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).” (QS. Al-Imran : 200)

Sudah banyak kita dengar bahwa sabar dan sholat adalah penolong kita dalam menghadapi berbagai ujian. Jadikanlah momen ujian kali ini pembukti apa yang telah Allah janjikan itu. Khusyuklah dalam sholat, dan rasakanlah nikmatnya ujian ini dengan kekhusyukan yang engkau dapatkan. Bahkan mungkin sulit engkau dapatkan jika engkau tidak diuji seperti ini. “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” (QS. Al-Baqarah : 45)

Insya Allah, Apapun yang kita lalui dengan sabar, bukanlah hal yang sia-sia. Syurga yang indah adalah hadiah tertinggi bagi orang-orang yang sabar dalam ujian. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka…” (QS. At- Taubah : 111)

Apapun yang kita lakukan pasti akan menjadi bahan gunjingan orang lain, tetapi bagiku selama kita melakukan hal yang benar tak perlulah merasa tersinggung dengan alunan nada suara yang kurang bersahabat. Tapi alangkah baiknya apabila hal itu jika kita mau memaknainya sebagai sebuah motivasi agar kita bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Kita tidak perlu menjadi orang yang sama dengannya, maklumi saja perbuatan sahabat – sahabat kita yang kurang bersahabat itu, anggap saja mungkin mereka melakukan itu karena merasa tidak mampu menjadi seperti kita, mungkin saja dia kurang kerjaan, atau maafkan saja dan anggap dia melakukan kesalahan tersebut karena kurang tahu dan mungkin tidak mengerti sama sekali tentang baik dan buruk. Karena Allah Maha Penyayang dan Maha Pengampun, masa kita tidak melakukan hal yang sama. Karena rahmat-Nya akan selalu menyertai kita yang selalu berada pada jalan yang lurus.

Untuk itu, Hanya pada Allah sajalah hendaknya kita berharap. “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” (QS. At-Taubah : 129)
Dan jangan pernah berputus asa dalam memohon rahmatNya. “… dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.” (QS. Yusuf : 12)

Kita tidak bisa menilai orang lain sesuka hati kita. Karena bisa saja dia yang nampaknya jahat bisa sajakan dia sebenarnya malah lebih baik dari kita, ataupun sebaliknya. Jadi hal yang sangat mudah dan indah bila dilakukan adalah tetap berada dalam naungan pemikiran yang positif thinking. Artinya tetaplah menganggap bahwa orang lain adalah lebih baik dari diri ini. Selain dapat membuat hati ini tenang, kitapun dapat melatih diri agar lebih baik lagi kedepannya.
Allah selalu ada dihati kita, Dia Maha Mengetahui apapun yang terjadi baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Oleh karena itu, jika kita mempunyai banyak hal yang kita keluhkan, sebaiknya kita lebih mendekatkan diri lagi kepada-Nya. Sampaikan semua keluh kesah kita kepada-Nya. Karena Allah akan selalu menyayangi hamba – hamba-Nya, selama ia meminta maka selama itupula harapan dan doa kita akan diijabah oleh-Nya.

Terkadang, tanpa kita sadari banyak sekali hal- hal yang dapat membuat hati ini sedih hingga mengalirkan keluh kesah yang teramat menyayat hati. Dikala kita senang kita lupa bersyukur, begitupun sebaliknya, dikala kita sedang dilanda kesusahan dan ujian dari-Nya kita tidak sanggup untuk bersabar. Padahal jika kita masih mempunyai iman, kita akan selalu menempatkan Allah dihati kita, dikala senang kita bersyukur hingga akan bertambahlah kenikmatan-Nya bagi kita. Dan dikala sedang dalam keadaan sedih, sudah sepatutnyalah kita harus bersabar dengan tetap menggenapkan ikhtiar disertai tawakal kepada-Nya. Karena mungkin dengan keadaan yang sedang diuji ini kita sedang menghadapi sebuah ujian dalam kehidupan ini agar melatih diri menjadi pribadi yang kuat, tegar, dan senantiasa bersabar dan bersyukur dalam hidup ini.

Betapa indahnya hidup ini, bila kita mampu berjalan dengan kesedehanaan dalam segala hal. Walau kita kurang mapan tetapi karena hati kita lapang maka akan bahagialah hidup ini. Tetaplah berjalan dengan penuh kelembutan dan kasih – sayang. Insya Allah dengan keikhlasan dan kebaikan yang benar – benar datang nya dari hati , akan sampai pula ke hati orang – orang yang berada disekitar kita. Karena saya yakin kebaikan akan memancarkan aura ketenangan pada diri seseorang.

Orang yang memiliki kebaikan hati, maka kehadirannya akan selalu dirindukan, jika ia ada sahabat – sahabatnya akan merasa senang dan bahagia berada didekatnya. Dan jika ia tidak ada, maka teman – temannya akan mendoakan agar beliau selalu sehat – sehat saja dimanapun ia berada. Inilah merupakan buah dari kebaikan hati. Begitupun sebaliknya, orang yang memiliki hati yang buruk, ia akan dijauhi, dibenci, dan tidak menutup kemungkinan ada sebagaian dari kita baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat didalam hatinya akan mendoakan sesuatu yang buruk baginya. Naudzubillah ….

Semoga apapun keadaannya kita saat ini, pastinya kita semua ingin berada ditempat yang selalu didoakan dan dirindukan oleh sahabat – sahabat kita yang lain. Dan semua itu tidaklah sulit untuk mewujudkannya jika kita benar – benar ingin menjadi orang yang baik. Sebab taka da gading yang tak retak, begitupun kita, taka da manusia yang sempurna didunia ini. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata.

Dalam hal ini Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging yang jika ia baik maka baik pula yang lainnya, sebaliknya yang apabila ia jelek maka jeleklah semuanya. Dan yang dimaksud daging itu ialah Qolbu.

Jadi, yang terpenting dari kita ternyata bukan kecerdasannya saja, tapi yang membimbing cerdasnya otak menjadi benar, yang membimbing kuatnya fisik menjadi benar. Disitulah fungsi qolbu. Oleh karenanya, menjadi cerdas belum tentu mulia, kecuali kecerdasannya dipakai untuk berbuat kebenaran. Menjadi kuat belum tentu mulia, kecuali kekuatannya di jalan yang benar.

Keep Hamasah !!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar