Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang di blogku ^_^ BINGKAI HATI: Maafkan Aku Ibu karena telah Menjadi Anak yang Durhaka !

Maafkan Aku Ibu karena telah Menjadi Anak yang Durhaka !

15/12/2011
Rasulullah SAW telah menegaskan,” Ridha Allah tergantung kepada Ridha kedua orang tua, dan murka Allah pun tergantung kepada murka kedua orang tua,” (Al Hadist)

Realitas kehidupan sehari – hari juga telah memberikan bukti kepada kita bahwa siapa saja yang berbakti kepada kedua orang tua, niscaya ia akan hidup bahagia dan sejahtera. Sementara, siapa saja yang durhaka kepada kedua orang tuanya, niscaya ia akan celaka dan hidup penuh sengsara.

Hikayat si maling kundang anak durhaka ataupun Kan’an putra Nabi Nuh adalah sedikit contoh yang representative untuk menggambarkan betapa durhaka kepada orang tua akan membawa kepada celaka dan sengsara hingga akhir masa. Saat ini tidak bisa lagi kita pungkiri bahwa peristiwa yang terjadi pada zaman dahulu, kini banyak kita jumpai disekitar kita. Astaghfirullah Al Adzim.

Peristiwa demi peristiwa, sekarang ini banyak bermunculan dan terjadi disekitar kita. Dan semuanya bisa kita saksikan secara langsung dengan indra penglihatan kita melalui kejadian yang sering nampak dilingkungan sekitar kita ataupun melalui media masa, seperti TV, Koran, Majalah, Siaran Radio, dan lain - lain.

Semalam saya nonton berita di Di salah satu siaran TV, Yang membuat hati ini begitu sedih dan giris. Diberitakan dari sebuah kota di Pulau xxxx seorang pemuda berumur dua puluh tahun dengan tega dan sadisnya membunuh ibu kandungnya sendiri.

Saat itu ia minta uang sebesar lima puluh ribu. Kebetulan sang ibu tidak mempunyai uang tersebut. Maka terjadilah peristiwa yang menyedihkan itu. Inilah salah satu contoh sebuah kejadian yang tidak masuk akal. Betapa seorang anak dengan sangat teganya berani mengakhiri hidup sang ibu. Dimana Beliau merupakan ibu yang melahirkannya, mengasihi dan menyayanginya sejak dari dalam kandungan, tetapi harus menghembuskan nafas terakhirnya ditangan sang buah hati. Dengan penyebab yang sepele, yaitu uang sebesar lima puluh ribu rupiah.

Ibu adalah manusia luar biasa yang begitu tinggi nilainya dalam pandangan Agama. Sampai - sampai dikatakan dibawah telapak kaki ibu lah keberadaan syurga-Nya. Ridha Allah bergantung kepada ridha Ibu, dan murka-Nya juga bergantung marahnya Ibu.

Apa yang menyebabkan seorang anak sampai tega membunuh sang ibu kandungnya itu? Apapun alasannya lebih - lebih hal ini hanya dikarenakan uang Rp. 50 ribu tentu tidak akan dapat diterima oleh akal sehat. Apalagi setelah ia diringkus oleh pihak yang berwajib, dan mengemukakan alasannya adalah uang tersebut ingin ia gunakan untuk membeli minuman keras bersama teman - temannya. Astaghfirullah Al Adzimm.

Jangankan menyakiti badan sang ibu, mengucapkan perkataan yang bersifat menyinggung hatinya saja kita sudah dilarang, apalagi sampai tega membuat sang ibu menderita hingga sampai membunuhnya.

Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa untuk setetes air susu ibu saja, seorang anak tidak akan mampu untuk membalasnya. Tetapi mengapa hal tersebut masih bisa saja terjadi ya ? Inilah PR kita semua. Yang pastinya setiap masalah yang muncul dan menjadi penyebab utamanya disaat itu sang anak yang sangat menginginkan uang untuk memenuhi kebejatan nafsunya, tapi ia tidak memperolehnya. Hingga terjadilah peristiwa keji yang memilukan hati ini.

Saya jadi mulai berpikir, mungkinkah saat kejadian itu, sang anak tidak mampu lagi melihat keberadaan sosok ibu yang pernah melahirkannya, yang menyusuinya, yang sudah membesarkannya, yang dengan rela mengorbankan apa saja demi si buah hatinya itu. Ternyata semuanya tidak nampak dan terlihat lagi didalam hatinya. Karena telah tertutupi oleh nafsu duniawinya, dalam hal ini adalah hanya karena uang Rp 50 ribu rupiah.

Pandangan matanya sudah tidak mampu lagi menembus dunia, baginya nilai uang Rp. 50 Ribu begitu besarnya, sehingga mampu menutupi mata hatinya. Persoalan lain menjadi kecil, semua pengorbanan sang ibu sia-sia, dan syetanpun akhirnya menjadi pemenangnya dan masuk kedalam tubuhnya serta berhasil membisikkan pikiran jahat kedalam hatinya. Maka wanita lemah tak berdaya yang pernah melahirkannya itu harus menutup mata untuk selamanya. Innalillahi wa'innalillahi rojiun !

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain DIA dan hendaklah kamu berbuat baik kepada Ibu - Bapakmu dengan sebaik - baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua - duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali - kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan " Ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS.Al-Israa:23)

Mari kita selalu berdoa dan berlindung kepada Allah dari segala godaan syetan yang terkutuk. Agar peristiwa serupa tidak akan terjadi lagi. Apalagi sampai terjadi disekitar lingkungan kita, Na'udzubillah !

Mari kita didik terus anak - anak kita, kita kenalkan kepada Allah SWT sejak dini, agar selalu mendapatkan perlindungan-Nya. Pastinya, jika seseorang dekat dengan Sang Khaliq, insya Allah ia akan terkena imbas sifat - sifat indah-Nya, dapat menjadi sosok yang sabar, santun, suka berbagi, dan selalu perduli kepada saudara - saudaranya yang lain, beriman dan bertaqwa, dan selalu berbakti kepada kedua orang tuanya. Insya Allah !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar